04:25:38 WIB
Kamis, 29 Juni 2017
Senin, 23 November 2015 , 15:21 WIB

Tuasikal Abua Komit Teladani Sikap Tegas Proklamator RI Soekarno

Johannes Sutanto de Britto
73616-Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menyapa warganya dengan senyum dan hati di acara Festival Budaya Banda 2015 (Foto: Ist)
Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menyapa warganya dengan senyum dan hati di acara Festival Budaya Banda 2015 (Foto: Ist)

"Dalam politik ini kalau banyak janji akan menyakitkan banyak orang," tandasnya.

MASOHI, Jaringnews.com - Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mengaku memiliki tokoh yang sangat diidolakan dalam hidupnya. Ia ternyata pengagum berat tokoh Proklamator RI Soekarno. Secara khusus, ia kagum dengan sikap tegas Soekarno dalam berjuang dan memimpin Indonesia.

"Tokoh yang saya idolakan adalah Pak Karno. Ia adalah tokoh proklamator. Negeri dan bangsa ini dibentuk karena perjuangannya," akunya.

Ia menambahkan tanpa Soekarno tidak mungkin ada negara Indonesia ini. Ia kagum karena perjuangan dan segala-galanya bagi Soekarno merupakan dharma bakti untuk Indonesia.

Meskipun ada tokoh-tokoh lain seperti Pakk Hatta dan para pejuang kemerdekaan lainnya, ia tetap keukeuh mengidolakan Pak karno.

"Suka dan tidak suka, pasti beliau (Soekarno) punya kelemahan sebagai manusia, tapi yang jelas negeri bisa merdeka karena perjuangannya. Ia memberikan banyak ilham."

Ia berpandangan Soekarno banyak memberikan ilham sehingga ia adalah soko guru yang akan selalu dikenangnya sepanjang masa.

"Saya terinspirasi dengan ketegasan beliau dalam memimpin negeri ini. Saya mencoba untuk tegas seperti beliau," tandasnya.

Banyak hal bisa diselesaikan dengan ketegasan. Tanpa ketegasan, apa yang diidam-idamkan tidak mungkin tercapai. Ketegasan beliau itulah yang menjadi panutan untuknya.  

Ketegasan Soekarno saat harus "mengganyang" Malaysia menjadi pengingat bahwa untuk kepentingan rakyat seorang pemimpin harus seperti itu. Namun demikian, ketegasan itu harus dilihat konteks dan situasinya.

Terkait kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Maluku Tengah, ia pun ingin menerapkan prinsip ketegasan seperti halnya saat harus menyongsong investasi asing.

"Perizinan akan dimudahkan dengan pelayanan satu atap. Siapapun yang datang kemari untuk melakukan investasi, kita akan memberikan pelayanan yang sebaik-sebaiknya," tandasnya.

Nilai ketegasannya yaitu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Pelayanan nyata harus didasarkan pada semua norma dan aturan.

"Norma dan aturan tidak bisa dikesampingkan. Boleh cepat, tapi sesuai norma dan aturannya karena kita tidak mau terjebak dengan izin-izin lalu akhirnya kita tergilas oleh izin itu sendiri. Aturan main harus tegas. Cepat boleh, tapi aturan jelas. Kita tidak mau nabrak aturan," tandasnya memaknai nilai ketegasan.

Terkait dengan panggilannya untuk mendharmabaktikan seluruh pikiran dan kemampuan untuk kesejahteraaan dan keadilan Maluku Tengah, ia menegaskan sebagai seorang politikus, ia tidak mau banyak berjanji.

"Kalau bisa ya dibuat, kalau tidak ya tidak. Dalam politik ini kalau banyak janji akan menyakitkan banyak orang," tandasnya.

Baginya, sikap politik adalah kejujuran pada pribadi. Hati nurani harus jujur dan tidak menghalalkan segala cara.

"Ketika politik dianggap menghalalkan cara, tapi bagi saya pribadi politik adalah moral. Untuk itu, saya selalu membuka diri untuk koreksi," tegas alumni UII Yogyakarta ini.

"Kita harus bekerja jujur dan untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi," pungkasnya.

( Deb / Deb )

Komentar