04:24:48 WIB
Kamis, 29 Juni 2017
Rabu, 11 November 2015 , 17:14 WIB

Alhamdulillah, Pemerintah Pusat Bakal Kembangkan Pariwisata Pulau Banda

Johannes Sutanto de Britto
73418-Bupati Maluku Tengah Tuasikal bersama Kepala Biro Perencanaan Kemenko Kemaritiman, Suparman Sirait dan Asisten Deputi Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kementrian Pariwisata, Tazbir di Banda (Foto Dok. REQComm)
Bupati Maluku Tengah Tuasikal bersama Kepala Biro Perencanaan Kemenko Kemaritiman, Suparman Sirait dan Asisten Deputi Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kementrian Pariwisata, Tazbir di Banda (Foto Dok. REQComm)

Insya Allah akan membantu pengembangan pariwisata di Pulau Banda ini sehingga nantinya bisa terkenal ke seantero dunia.

BANDA, Jaringnews.com - Pelaksaan Festival Budaya Banda 2015 tergolong istimewa. Secara tidak sengaja, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua bertemu dengan teman kuliah di Yogya.

Teman kuliah di UII Yogyakarta itu tak lain dan tak bukan adalah Asisten Deputi Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kementrian Pariwisata, Tazbir. Tak mau kelihangan kesempatan emas ini, ia pun meminta Tazbir untuk membantu mengembangkan pariwisata Maluku Tengah, khususnya Pulau Banda.

"Bapak Tazbir ini beta punya teman kuliah di Universitas Islam Indonesia. Saya banyak berbincang dengannya tentang pengembangan pariwisata di Maluku Tengah dan khususnya di Pulau Banda ini," aku Bupati Tuasikal Abua.

"Ia katakan bahwa insya Allah akan membantu pengembangan pariwisata di Pulau Banda ini sehingga nantinya bisa terkenal ke seantero dunia ini dengan kewenangan jabatan yang diembannya. Ia akan bantu dalam banyak hal," imbuhnya.

Begitu teman kuliahnya ini menginjak kaki di bumi Banda, kisahnya, ia langsung tertarik karena begitu indahnya Banda ini.

Tak ketinggalan pula, ia bersyukur karena hadir pula di acara ini Kepala Biro Perencanaan Kemenko Kemaritiman, Suparman Sirait.

"Bapak Suparman juga mengatakan akan membantu Pulau Banda ini untuk pengembangan pariwisata," akunya.

Ia pun berharap kehadiran dan kunjungan kedua pejabat pemerintah ini benar-benar memberikan manfaat konkret yang lebih besar bagi pengembangan pariwisata Banda.

Di tengah padatnya acara Festival Budaya Banda 2015 ini, mereka menyempatkan diri bercengkrama dengan peserta lomba memancing tradisional dan mengapresiasi hasil pancingan mereka.

Diketahui, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika selama ini kegiatan lomba hanya terfokus pada lomba perahu belang (kora-kora) maka pada tahun ini atas saran Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, kegiatan lomba lainnya diselenggarakan seperti lomba pancing tradisional, lomba foto bawah laut, lomba kuliner dan lomba baris empang dan lomba klompen raksasa.

Kategori kora-kora adat diikuti negeri Namasawar, Salamun, Lonthoir, Pulau Ai, Waer, Pulau Hata dan Kampung Baru. Sementara kora-kora nasional diikuti Negeri Kumber, Boiyauw, Pulau Ai, Waer, Tanah Rata, Lauthang, Dwiwarna, Lamanggoro, Pulau Run 1 dan Pulau Run 2.

Kora-kora adat dimenangkan Negeri Salamun disusul Namasawar dan Kampung Baru, sementara regu dayung Negeri Pulau Run memenangi kategori kora-kora nasional disusul Kumber dan Boiyauw. Lomba dilepas oleh Bupati Malteng Tuasikal Abua dari Teluk Negeri Salamun dan finish di depan Istana Mini Teluk Dalam Banda Neira.

( Deb / Deb )

Komentar