04:24:36 WIB
Kamis, 29 Juni 2017
Rabu, 11 November 2015 , 12:45 WIB

Bupati Malteng Bangga Warga Banda Suskes Gelar Festival Budaya Banda 2015

Johannes Sutanto de Britto
73409-Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua di acara Festival Budaya Banda 2015 (Foto Dok. REQComm)
Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua di acara Festival Budaya Banda 2015 (Foto Dok. REQComm)

"Saya pastikan bahwa pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan selalu menyelenggarakan kegiatan seperti ini (Festival Budaya Banda 2015) setiap tahun karena ini menjadi momen yang baik untuk melestarikan potensi sejarah-budaya Banda sebagai warisan budaya dunia dan mempromosikan potensi budaya dan pariwisatanya.

BANDA, Jaringnews.com - Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mengaku gembira dan bangga dengan masyarakat Banda yang telah sukses menggelar Festival Budaya Banda 2015. Ia memastikan festival ini akan berkelanjutan setiap tahunnya.

"Kegiatan festival ini pada prinsipnya merupakan implementasi gagasan yang perlu secara rutin dilaksanakan untuk menghadirkan aneka aktivitas masyarakat dalam melestarikan kebudayaan dan lingkungannya," tegasnya saat memberikan sambutan di Istana Mini Banda.

Secara khusus ia mengapresiasi animo dan partisipasi masyarakan Banda dalam mengikuti dan mendukung kegiatan ini karena dari segi jumlah peserta maupun mata lomba sesungguhnya mencerminkan antusias dan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus menunjukkan kevokalan masyarakat dalam melestarikan budaya sebagai sumber inspirasi dan modal sosial yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

"Oleh sebab itu, saya pastikan bahwa pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan selalu menyelenggarakan kegiatan seperti ini setiap tahun karena ini menjadi momen yang baik untuk melestarikan potensi sejarah-budaya Banda sebagai warisan budaya dunia dan mempromosikan potensi budaya dan pariwisatanya," imbuh alumni Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta ini.

Ia pun optimis pada waktunya kegiatan ini akan menarik investasi di bidang pariwisata dan secara konkret menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

"Adanya gagasan lokal yang muncul dalam berbagai bentuk lomba tentunya bisa dimaknai sebagai upaya merekam dan menyajikan kesunggguhan potensi keindahan alam dan budaya lokal yang dimunculkan sebagai hasil cipta karya masyarakat yang tercinta," pujinya.

Ia menekankan keindahan alam dan kebudayaan masyarakat di wilayah ini memang sudah waktunya dikemas bukan hanya sebagai tontonan, namun sebagai tuntunan karena basis kebudayaan sesungguhnya diletakkan pembangunan karakter dan jati diri bangsa itu sendiri.

"Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyadari bahwa potensi sumber daya alam dan budaya lokal hidup, tumbuh, mekar serta berakar di masyarakat selama berabad-abad hingga saat ini telah terbukti memberi warna dan nilai positif bagi kelangsungan masyarakat," tegasnya.

"Saya harapkan kegiatan festival ini mampu menghasilkan suatu pemahaman di antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan stakeholder tentang potensi sumber daya alam dan kebudayaan lokal di Banda sebagai ikon kebudayaan Maluku Tengah."

Ia pun bersyukur kegiatan ini bisa menjadi ruang ekpresi budaya dan perekat hubungan sosial masyarakat untuk mewujudkan kesamaan potensi, persepsi dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan menuju terwujudnya Maluku Tengah yang berkualitas, sejahtera, damai dan berkeadilan.

"Perlu saya tegaskan bahwa apa yang dilakukan pemkab di sini bukan sebagai slogan dan retorika atau janji-janji manis semata, tetapi sudah terbukti melalui hasil pembangunan yang dibenahi oleh masyarakat di daerah ini," ujarnya.

Ia menegaskan perhatian serius pemerintah daerah dalam memajukan pariwisata dan budaya Banda Naira bukan untuk pencitraan diri, namun untuk kepentingan masyarakat banyak dan Pemkab akan mengembangkan secara kontinyu agar pariwisata Banda semakin dikenal oleh masyarakat nasional dan dunia.

( Deb / Deb )

Komentar