04:20:36 WIB
Kamis, 29 Juni 2017
Minggu, 04 Oktober 2015 , 19:19 WIB

Tuasikal Abua: Mari Kabarkan pada Dunia Maluku Tengah Aman

Johannes Sutanto de Britto
72775-Pulau Run
Pulau Run

Inggris harus mengakhiri kekuasaannya di Pulau Run dan menyerahkannya ke Belanda. Sebagai gantinya Belanda menyerahkan daerah koloninya di Nieuw Amsterdam atau Pulau Manhattan kini New York kepada Inggris.

MASOHI, Jaringnews.com - Maluku Tengah ingin "menjual" pariwisatanya ke dunia luar. Hal ini ditegaskan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua.

Ia mengakui Malteng memiliki potensi yang luar biasa. Obyek-0byek wisata di kabupaten ini sangat luar biasa. Malteng pun terus berupaya menyentuh obyek wisata yang ada.

"Kita promosi dan insya Allah akan ada kesejahteraan. Keindahan alam ini anugerah dan kita tidak perlu bayar. Kehadiran orang-orang luar ke sini bisa memberdayakan orang-orang di sekitar," tegasnya.

Tak hanya pariwisata, Bupati Malteng juga ingin meningkatkan investasi asing setelah sempat terganggu karena Maluku pernah diguncang konflik yang luar biasa.

"Kita kini membangkitkan dan mempromosikan bahwa di Maluku sudah tidak apa-apa lagi. Maluku sekarang ini adalah Maluku yang aman dan tenteram. Maluku yang tidak lagi seperti-seperti dulu."

"Mari kabarkan pada dunia intenasional bahwa Maluku ini aman. Dengan begitu, mereka datang dan kita pasti akan memudahkan segala perizinan."

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah kini terus meningkatkan pelayan publik. Pemkab akan menggarap Pulau Banda yang menjadi satu pulau historis, pulau penuh dengan perjuangan sejarah.

Di Banda ada juga pala dan cengkeh. Kenapa di masa lalu Balanda itu mau datang ke Indonesia, itu karena sebenarnya Indonesia ini yang paling utama untuk pala. Pala paling banyak ada di Pulau Banda.

"Belanda datang pertama kali ke Pulau Banda. Bahkan, di sana ada satu pulau yang namanya Pulau Run yang pernah digadaikan dan dijual dengan Manhattan saat jajahan Inggris."

Isi perjanjian Breda menyepakati bahwa Inggris harus mengakhiri kekuasaannya di Pulau Run dan menyerahkannya ke Belanda. Sebagai gantinya Belanda menyerahkan daerah koloninya di Nieuw Amsterdam atau Pulau Manhattan kini New York kepada Inggris. Penandatangan Breda dilakukan di Pulau Neira Indonesia tepat di rumah Rumah Captain Cristhopher Cole.

Terkait infrastruktur yang belum didukung sarana lapangan terbang. Ia meyakinkan bahwa insya Allah, sudah ada niat baik dari pemerintah pusat.

"Kita terkendala run away di Banda itu panjangnya 750 meter. Ini tidak bisa memenuhi untuk pesawat besar. Kita harapkan pada pemerintah pusat, bagaimana membangun lapangan terbang di Banda Besar. Reklamasi atau apa, yang penting ada sentuhan," tandasnya.

"Lalau tanpa lapangan terbang, tidak mungkin karena para wisawatan biasanya butuh jadwal pasti. Saya sudah bicara dengan Komisi V supaya dalam pada tahun ini dianggarkan."

( Deb / Deb )

Komentar