07:42:27 WIB
Sabtu, 22 Juli 2017
Selasa, 27 Desember 2011 , 23:56 WIB

Breakfast Meeting Jaringnews Dengan Menperin

Ainur Rahman
7382-Menteri Perindustrian M.S. Hidayat (Foto: Antara/Jaringnews)
Menteri Perindustrian M.S. Hidayat (Foto: Antara/Jaringnews)

Nama Jaringnews sudah dikenal di kalangan Kementerian Perindustrian dan stake holder-nya.

JAKARTA, Jaringnews.com --- Kementerian Perindustrian RI, Selasa  pagi (27/12), menggelar breakfast meeting dengan sejumlah kalangan khususnya praktisi pendidikan dan pengusaha industri rotan. Begitu juga dengan sejumlah awak media yang biasa meliput di Kemenperin. Termasuk di situ adalah Jaringnews.com.

Jaringnews.com, meskipun masih terbilang belia dibandingkan media internet lainnya, tapi pengakuan dan kiprahnya tak bisa diragukan lagi. Nama Jaringnews.com terbilang sudah familiar di kalangan pejabat dan stake holder Kemenperin.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenperin sengaja mengumpulkan stake holder-nya dalam rangka menyosialisasikan program Kemenperin memasyarakatkan rotan sebagai pilihan untuk perabot rumah tangga, publik; terutama penggunan rotan untuk sekolah. Tujuannya adalah membangkitkan kembali sentra-sentra industri rotan yang telah mati suri.

Urun rembug memasyarakatkan rotan tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri, Dedi Mulyadi. Dan Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal  Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Suyanto, sebagai panelis.

Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian RI M.S. Hidayat menekankan pentingnya pengembangan industri rotan dalam negeri. Kemenperin   bekerja keras untuk membuat masyarakat menggunakan rotan. Termasuk generasi muda. Dan langkah itu akan dimulai dengan memberikan bantuan mebel dan alat sekolah dari bahan rotan.

Selain itu, Hidayat berharap, BUMN (badan usaha milik negara) dan swasta bisa mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pengadaan meja dan kursi yang terbuat dari rotan untuk sekolah-sekolah di Indonesia.

Langkah itu, kata dia, selain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, juga dapat membantu sektor industri  untuk meningkatkan penyerapan bahan baku rotan.

“Procurement mereka untuk anggaran pembelian diarahkan ada yang untuk rotan. Nah, tugas Kemenperin yang penting sekarang adalah menyiapkan spesifikasi teknis, terutama kalau itu untuk standar mebel maupun alat perlengkapan sekolah di SD dan SMP,” jelasnya.

Pemerintah akan memberikan bantuan berupa mebel rotan senilai Rp 2,89 triliun bagi 110.598 ruang kelas dari 605.918 sekolah dasar (SD). Dan 42.428 ruang kelas dari 172.948 sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Indonesia pada 2013 mendatang.

Selain itu, dengan ditutupnya kran ekspor rotan, pasokan untuk pasar internasional akan berkurang sehingga kebutuhan di dalam negeri akan tercukupi. Dari itu diharapkan, selain industri akan maju, juga bisa menarik investor asing masuk ke industri rotan untuk tanamkan investasi.

( Ara / Dhi )

Berita Terkait

Komentar