07:43:07 WIB
Sabtu, 22 Juli 2017
Rabu, 30 November 2011 , 19:10 WIB

Jaringnews Breakfast Meeting Dengan Mendag

Nikky Sirait
5993-Gita Wirjawan
Gita Wirjawan

Pemimpin redaksi Jaringnews Kastorius Sinaga salah satu yang diundang.

JAKARTA, Jaringnews.com - Meski terhitung sebagai media baru, keberadaan Jaringnews ternyata masuk radar perhatian Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dalam pertemuan silaturahmi dan bertukar pikiran antara Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan dengan pemimpin redaksi media massa nasional, Rabu (30/11) pagi di gedung Kemendag, Jakarta, pemimpin redaksi Jaringnews Kastorius Sinaga termasuk satu dari delapan pemimpin redaksi media massa yang diundang.  

Sebagai catatan, pertemuan silaturahmi dan bertukar pikiran Kemendag dengan pemimpin redaksi media massa nasional ini merupakan salah satu program yang baru digalakkan oleh Gita, yang belum dua bulan memimpin Kemendag. Gita berharap, dengan melakukan pertemuan hangat dan santai, lewat acara breakfast meeting (sarapan pagi bersama), interaksi dirinya dan jajarannya dengan media massa akan menjadi lebih intensif.

Selain pemimpin redaksi Jaringnews Kastorius Sinaga, pemimpin redaksi media massa yang berkesempatan berbincang-bincang dengan pihak Kemendag yakni Rikard Bagun (Kompas), Don Bosco Salamun (Berita Satu), Arif Budi Susilo (Bisnis Indonesia), Greg Ahlstrand (Bloomberg), Kartika Sari (Rakyat Merdeka) dan Irfan Junaidi (Republika), serta salah seorang perwakilan dari Media Indonesia.

Sementara itu, selain Gita, pihak Kemendag juga menghadirkan Wakil Mendag Bayu Krisnamurthi, Sekretaris Jenderal Kemendag Ardiansyah Parman, Kepala Pusat Humas Frank Kandou, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh, Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Gusmardi Bustami, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Hesti Indah Kresnarini, serta Staf Khusus Mendag Nancy Natalia.

Gita tampak antusias berbincang-bincang dengan petinggi media massa tersebut. Dalam obrolannya, Gita secara khusus menerangkan bahwa paradigma kebijakan Kemendag yakni menyerap aspirasi masyarakat dan mendudukkan kembali fungsi perdagangan dalam pembangunan ekonomi, khususnya hilirisasi industri, peningkatan industri dalam negeri hingga pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan lapangan kerja.

Gita menjelaskan, hampir seluruh negara--baik negara maju maupun emerging market---cenderung semakin proteksionis menghadapi situasi pasar liberal sekarang. Sektor pertanian adalah contoh proteksionisme, dimana negara maju sangat melindungi produk pertanian mereka. "Indonesia sudah termasuk liberal, dengan tarif rata-rata barang dan jasa enam persen, negara-negara maju tiga persen. Baseline Indonesia cukup liberal," ujar pria kelahiran Jakarta, 21 September 1965 ini.

Namun, ujar Gita, Indonesia tidak begitu siap untuk memanfaatkan liberalisasi dunia karena dua hal pokok, yakni standar kualifikasi produk dan sikap proteksionis dari negara maju lewat non tarif semisal standarisasi kualitas barang yang masuk.

Gita tampak senang dengan dilangsungkannya pertemuan silaturahmi dan bertukar pikiran dengan pimpinan media massa ini. Ke depannya, pihak Kemendag berikhtiar akan menjalankan program ini secara berkala dan dengan pimpinan media massa nasional yang lain pula.

( Nky / Nky )

Berita Terkait

Komentar