07:41:43 WIB
Sabtu, 22 Juli 2017
Selasa, 20 November 2012 , 16:21 WIB

Jurnalis Jaringnews Raih Juara 2 Lomba Foto 'Semua tentang Merapi 2012'

Nikky Sirait
27938-Johanes Sutanto de Britto (ketiga dari kanan) meraih juara kedua lomba foto Gunung Merapi. Hadiah diserahkan di Yogyakarta, Sabtu, 18 November 2012. (Loyola Kukuh untuk Jaringnews.com)
Johanes Sutanto de Britto (ketiga dari kanan) meraih juara kedua lomba foto Gunung Merapi. Hadiah diserahkan di Yogyakarta, Sabtu, 18 November 2012. (Loyola Kukuh untuk Jaringnews.com)

Jaringnews.com patut berbangga.

YOGYAKARTA, Jaringnews.com - Masih lekat dalam ingatan, bencana yang memilukan Indonesia, yang terjadi pada tahun 2010 lalu. Pada tanggal 26 Oktober kala itu, Gunung Merapi di Yogyakarta, Jawa Tengah, mengalami erupsi, yang ditandai dengan terjadinya tiga kali letusan yang menyemburkan material vulkanik setinggi 1,5 km. Awan panas pun menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Bencana mereda di pertengahan bulan November 2010. Peristiwa ini memakan sedikitnya 165 korban tewas, baik karena terkena semburan lava maupun mengalami gangguan pernapasan. Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi, pun meninggal dunia.

Dua tahun berselang, tanpa bermaksud melupakan kesedihan atas bencana tersebut, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengadakan lomba foto Gunung Merapi yang terbuka untuk umum. Tema perlombaan ini yakni segala hal yang menggambarkan Gunung Merapi. Landscape dari semua sisi (Selatan, Barat, Utara, Timur), jenis satwa dan tumbuhan yang berada di Gunung Merapi, serta budaya masyarakat sekitar.

Penerimaan foto dibuka sejak 1 Oktober 2012 dan ditutup hingga 15 November 2012. Foto yang masuk diseleksi trio dewan juri, yakni Risman Marah (dosen fotografi Institut Seni Indonesia), Agus Leonardus dari Nikon School dan Irwan Yuniatmoki (perwakilan dari TNGM).

Nah, saat para pemenang perlombaan diumumkan di Yogyakarta, Sabtu (18/11) lalu, foto milik Gendhotwukir, ditetapkan sebagai foto kedua terbaik. Foto milik Gendhotwukir diberi judul 'Mengungsikan Sapi dari Bahaya Merapi'.

Adapun Gendhotwukir adalah nama kecil dari Johanes Sutanto, redaktur desk internasional Jaringnews.com.

Johanes menuturkan, foto tersebut diambil pada tanggal 7 November 2010, saat bencana Merapi terjadi. Saat itu, Johanes, yang berasal dari Desa Gemer, Kecamatan Dukun, Magelang, yang berjarak 40 km dari Yogyakarta, berniat untuk mendokumentasikan bencana tersebut dengan kamera Nikon D40 miliknya.

"Pagi-pagi buta setelah letusan Gunung Merapi yang dahsyat itu saya memutuskan untuk naik ke zona 7 km dari puncak Gunung Merapi. Tak disangka, beberapa penduduk lereng Merapi di zona larangan juga kembali ke desa mereka. Saat sampai di sebuah pertigaan saya melihat dua anak petani yang sedang mengungsikan sapi mereka. Saya segera membidik momen ini hanya dalam hitungan detik karena sapinya berlari kencang," beber Johanes.

Ya, foto 'Mengungsikan Sapi dari Bahaya Merapi' ini 'berbicara' tentang kekalutan dua warga lereng Gunung Merapi yang tergopoh-gopoh menjauhi Gunung Merapi. Keduanya masing-masing membawa satu sapi milik mereka, menyusuri jalan menurun yang di kiri-kanannya, yakni tebing tanah, pohon dan dedaunan, telah berubah warnanya menjadi abu-abu, akibat awan panas dan lava yang menyembur waktu itu.

"Bagi warga lereng Merapi, sapi termasuk salah satu harta yang sangat berharga," ucap dia.

Jaringnews.com patut berbangga, karena foto milik Johanes menyisihkan 728 foto dari 202 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Sementara juara pertama diraih Akhamd Kholid Fauzi dengan fotonya yang berjudul 'Niagara Imagine'. Atas raihan juara kedua perlombaan ini, Johanes mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 2 juta dari TNGM.

Proficiat, Johanes!

( Nky / Nky )

Berita Terkait

Komentar