05:10 WIB
Kamis, 24 Juli 2014
Sabtu, 3 Desember 2011 11:12 WIB

Putu Wijaya Gelar Pentas Monolog 'Sejarah'

Karta Raharja Ucu
Poster palgelaran monolog Putu Wijaya berjudul Sejarah
Poster palgelaran monolog Putu Wijaya berjudul Sejarah

Sastrawan Putu Wijaya menggelar pementasan monolog 'Sejarah' di Unpad Bandung, siang ini.

BANDUNG, Jaringnews.com - Nama Putu Wijaya adalah jaminan keabsahan dalam dunia seni peran. Sastrawan senior itu siang ini, Sabtu (3/12/2011) pukul 11:00 sampai 13:00 WIB akan menggelar monolog tentang sikap nasionalisme di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat.

Dalam pementasan monolog yang mengusung judul 'Sejarah' itu, Putu Wijaya akan melakoni sebagai aktor, penulis naskah, sekaligus sutradara pementasan.

Monolog 'Sejarah' akan bercerita mengenai seorang anak jenius bernama Karna, yang menolak tawaran beasiswa dari sekolah internasional karena tingginya nasionalisme yang ada dalam dirinya. Sosok Karna sendiri akan dimainkan oleh Taksu, anak Putu Wijaya, yang akan muncul pada bagian-bagian terakhir.

Seperti dikutip dari situs resmi Unpad, Sabtu (3/12/2011), Karna diceritakan sebagai seirang anak yang gila main komputer. Bahkan, ketika menjelang Ujian Nasional, Karna tetap saja 'bertapa' di depan komputer sehingga orang tuanya cemas. Ajaibnya, Karna mendapat nilai rata-rata UN 10. Ya, sepuluh! Fakta itu yang membuat semua orang terkejut, heran dan kemudian kagum.

Prestasi itu membuat sebuah sekolah internasional datang melamar Karna untuk diberikan beasiswa sampai doktor, dengan syarat Karna mau dites sekali lagi. Setelah dites, ternyata luar biasa, Karna anak jenius.

Maka datanglah pengurus sekolah itu menjemput Karna. Tapi Karna menolak. Alasannya singkat saja: Meskipun sekolah itu memang sangat bagus, tapi di dalam kurikulumnya tidak tercantum ada pelajaran Sejarah Indonesia.

"Saya orang Indonesia, bagaimana saya akan menjadi Indonesia kalau saya tidak pernah belajar sejarah Indonesia?," tegas Karna.

Pementasan itu berlangsung berkat kerjasama Bale Rumawat Padjadjaran Unpad Bandung dan Bank BJB yang menggandeng Institut Nalar Jatinangor dan Syabas Foundation.

(Kru / Kru)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini