08:41:05 WIB
Senin, 26 Juni 2017
Jum'at, 21 April 2017 , 12:17 WIB

Inilah Sinopsis Film Kartini

Johannes Sutanto de Britto
83167-Film Kartini
Film Kartini

Meski masih remaja (10 tahun), keinginannya untuk sekolah tinggi membuatnya fasih berbahasa Belanda.

JAKARTA, Jaringnews.com - Film biopic "Kartini" mengangkat tokoh pahlawan wanita dari Indonesia R. A Kartini. Film arahan Hanung Bramatyo ini telah tayang di bioskp di Indonesia. Lantas seperti apakah sinopsi film ini?

Film ini mengisahkan Raden Ajeng Kartini saat usianya masih 10 tahun. Meski masih remaja, keinginannya untuk sekolah tinggi membuatnya fasih berbahasa Belanda.

Ia juga gemar membaca buku, mencatatnya dan mendiskusikannya. Guru dan teman-temannya sangat menyukainya.

Sayang, ia harus masuk pingitan di usia 12 tahun. Masuk pingitan berarti disiapkan untuk menjadi Raden Ajeng dan menjadi isteri seorang bupati agar mewarisi keturunan ningrat. 

Sebagai anak keturunan Bupati Ningrat, ia harus mewarisi dan mewariskan darah ningratnya. Nakun apa daya, ia memberontak.

Tak ayal ia, dibenci oleh keluarganya, meski sejatinya ayahnya sangat mendukung. Lagi-lagi adat telah menggariskan dan ayahnya pun tak berdaya.

Panggil aku Kartini saja, tanpa Raden Ajeng. Begitulah yang selalu dia katakan dihadapan adik-adiknya sebagai wujud pemberontakannya.

Suatu ketika, seorang pejabat pendidikan dan kebudayaan Belanda Tuan Ovink-Soer meminta RM Sosroningrat (ayah Kartini) untuk melonggarkan pingitannya. Maka dibukalah pintu kadipaten lebar-lebar untuk Kartini.

Ia pun pergi ke daerah- daerah, bertemu dengan rakyat, pembesar dan pejabat. Kartini bahagia dan dia mendapatkan kebebasannya, meski masih dalam pantauan ayahnya.

Rupanya kecakapan Kartini membuat jatuh hati Abendanon, pejabat pendidikan dan Kebudayaan Batavia. Dari Abendanon Kartini memperoleh tawaran beasiswa ke Belanda. Kartini sangat senang. Tapi, lagi-lagi ayahnya melarang.

Sebetulnya sang ayah sangat memahami keinginan Kartini, apalagi RM Sosroningrat dikenal sebagai seorang keturunan intelektual. 

Ia dilarang mengambil beasiswa ke Belanda. Kartini lagi-lagi terluka. Sebagai obatnya, Kartini minta izin ayahnya mendirikan sekolah buat perempuan. Ayahnya mengijinkan, Kartini bahagia. Bersama adiknya, Roekmini dan Kardinah, Kartini mendirikan sekolah. Tawaran beasiswa datang lagi. Konflik batin pun berkecamuk, mengingat ayahnya sudah sakit-sakitan.

Tokoh Hartini dalam film ini diperankan olehh Dian Sastrowardoyo. Selamat menikmati!

( Deb / Deb )

Komentar