04:22:45 WIB
Kamis, 29 Juni 2017
Jum'at, 17 Februari 2017 , 07:33 WIB

Mendikbud Kritik Perfilman Indonesia Tenggelan Karena Hanya Ikut-ikutan

Widyastuti Padmarini
82053-Ilustrasi
Ilustrasi

Film Indonesia tidak berlomba dari keunikan, cuma bermain dalam tren pasar yang sedang banyak digemari.

SLEMAN, Jaringnews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengakui perubahan sosial yang begitu cepat telah menggerus industri perfilman di Tanah Air secara drastris.

"Saat ini keberadaan gedung bioskop jumlahnya tinggal sedikit, zaman dahulu gedung bioskop begitu banyak bahkan setiap kecamatan ada gedung," kata Muhadjir di Sleman tadi malam.

Menurut dia, kondisi Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memulihkan kembali industri perfilman di Tanah Air.

Ia menegaskan mudahnya akses hiburan pada saat ini menjadi tantangan besar industri film nasional.

"Namun masih ada celah yang belum digali untuk menggairahkan kembali film di negeri kita, yaitu keunikan masing-masing daerah atau wilayah yang dapat diangkat dalam sebuah tema film," katanya.

Muhadjir mengatakan film Indonesia tidak berlomba dari keunikan, cuma bermain dalam tren pasar yang sedang banyak digemari.

"Kita hanya ikut-ikutan pasar jika film tentang cinta sedang jadi tren maka semuanya akan memproduksi film cinta. Tidak ada keberanian untuk menampilkan keunikan masing-masing dan keanekaragaman daerah. Yang punya dan tahu potensi itu ya orang daerah," katanya.

( Wid / Deb )

Komentar