15:06 WIB
Sabtu, 1 November 2014
Sabtu, 22 September 2012 11:30 WIB

Menikmati Sunset Pantai Paseban Jember

Arif Purba
Panorama Sunset Pantai Paseban. Keramahan alam tak pernah kelam. Jember, (21/9) (Foto - Arif Purba/Jaringnews)
Panorama Sunset Pantai Paseban. Keramahan alam tak pernah kelam. Jember, (21/9) (Foto - Arif Purba/Jaringnews)

Panorama sunset yang disuguhkan sangat eksotik

JEMBER, Jaringnews.com - Menikmati sunset atau matahari tenggelam mampu memberi ketenangan batin bagi penikmatnya. Penantian detik demi detik mentari tenggelam dalam tidurnya di ufuk barat, disitulah perasaan penikmat bergelut menyatu dengan sang pemberi cahaya di siang hari itu. Saat terangnya langit berganti kabut senja menuju gelapnya malam, ketenangan batin menghiasi dada. Tenang menyatu dalam tubuh yang seharian dicapekkan dengan aneka pekerjaan.

Nah, bagi sebagian warga Kabupaten Jember, menikmati sunset Pantai Paseban merupakan salah satu cara me-refresh otak. Baik beban pikiran yang muncul kala bekerja, maupun beban pikir disaat menempuh kuliah bagi anak muda yang rata-rata kuliahnya tersebar di 12 kampus yang ada di kota Jember.

Pantai Paseban, adalah salah satu tujuan hangout di Jember. Kawasan wisata pantainya telah kondang ke seantero negeri. Bagi yang penasaran, bisa menempuh perjalanan sepanjang 54 Km arah barat laut kota Jember. Dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Atau dengan angkutan umum berupa mini bus kapasitas 12 orang. Mini bus ini bisa disewa dari Terminal Bus Tawangalun Jember, dengan tarif Rp.100 ribu.

Secara administratif, Pantai Paseban masuk dalam wilayah Kecamatan Kencong. Di pantai bergaris sepanjang 2 Km ini, wisatawan dapat menikmati mandi laut dengan gulungan ombaknya yang tenang di pantai yang landai. Peselancarpun juga bisa menjajal buaian ombaknya.

Eloknya Pantai Paseban yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dirasa sangat lengkap. Wisatawan pun bisa memanjakan mata dengan pemandangan Pulau Nusa Barong di sisi selatan. Bagi pelancong diingatkan, bawalah teropong jarak jauh, maka pemandangan Pulau Nusabarong bisa 'dilahap' sampai puas. Tak cuma eloknya Pulau Nusabarong, ikan-ikan pun siap menunggu mata pancing Anda. Karenanya, sekali lagi jangan lupa bawa kail jika kesini.

Pengunjung, Hairul Bahri seorang dosen dan keluarganya mengungkap, seakan wajib baginya mengunjungi Pantai Paseban.

Katanya, "yang membuat kami sekeluarga kembali berkunjung ke Pantai Paseban adalah suguhan alami matahari tenggelam. Panorama sunset yang disuguhkan sangat eksotik. Detik demi detik kala mentari menuruni ufuk barat dan hilang ditelan malam, sungguh nyata di depan mata tanpa penghalang," paparnya, ketika ditemui dilokasi, Jumat (21/9) petang.

Kecuali Pantai Paseban, Bapak dari tiga orang anak yang semuanya sudah duduk di perguruan tinggi itu juga sering mengunjungi Pantai Pasir Putih Malikan dan Pantai Watu Ulo.

Kami sekeluarga memasukkan Pantai Paseban sebagai kawasan wisata wajib dikunjungi. Setidaknya, dalam rentang dua bulan sekali, kami sekeluarga menikmati sunset di Pantai Paseban," urai Hairul, pendidik di sebuah PTS di kota Jember itu.

Agaknya, pilihan Hairul dirasa pas. Sebab, Selain termasuk kawasan wisata murah meriah, Pantai Paseban juga melengkapi dirinya dengan sejumlah resto dan kafe untuk pengganjal perut pengunjungnya. Fasilitas kamar ganti lengkap dengan air pembilas juga tersedia.

Ketika disambangi, kami lihat sejumlah wisatawan secara berkelompok bervoli-ria sepuas hati. Usai berkeringat main voli, para wisatawan muda itupun langsung menceburkan diri ke dalam gulungan ombak dekat pantai. Memang, Pasirnya tak seputih Pantai Papuma. Namun yang karena luasnya yang cukup lebar hingga memberi kesan luas juga di hati pengunjungnya.

Momen itupun dijadikan obyek pengambilan foto. "Asik, Mas. Foto-foto saat berlibur ke Pantai Paseban, bisa mendulang komentar kawan-kawan saat di-upload ke pesbuk," ujar Wita Wulandari, putri ketiga Hairul.

Malampun tiba, "It’s time to go home," teriak Wita sambil berlari ke arah ayah dan ibunya yang kelar menikmati sunset dan menunggu di ujung luar pantai. Tangan gadis yang duduk di semester lima di sebuah fakultas Universitas Jember itu, menggandeng lengan ibunya. Tak lama berselang, kendaraan CRV milik keluarga yang bahagia itupun meninggalkan Pantai Paseban.

(Arp / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari