23:22 WIB
Selasa, 23 September 2014
Sabtu, 14 April 2012 07:14 WIB

Festival Kuliner Nusantara Unik Hadir di MOI

Aliza Marcella
 Direktur Pengembangan Daya Tarik Wisata Kemenparekraf Retno Sulistianingsih dan Ketua FKUN Gatot Paristiwahono dalam pembukaan Festival Kuliner Unik Nusantara di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (13/4). (Jaringnews/Aliza Marcella)
Direktur Pengembangan Daya Tarik Wisata Kemenparekraf Retno Sulistianingsih dan Ketua FKUN Gatot Paristiwahono dalam pembukaan Festival Kuliner Unik Nusantara di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (13/4). (Jaringnews/Aliza Marcella)

'Kampoeng Djawa Djaman Doeloe' menjadi tema dari acara.

JAKARTA, Jaringnews.com - Anda kangen jajanan jadul alias jaman dahulu? Datang saja ke Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sini, digelar Festival Kuliner Unik Nusantara (FKUN) 2012, yang menyajikan banyak sekali makanan jadul dan unik selama 17 hari, mulai dari Jumat (13/4) hingga Minggu (29/4) mendatang.

FTUN dibuka secara resmi oleh Ketua FKUN Gatot Paristiwahono dan dihadiri Direktur Pengembangan Daya Tarik Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Retno Sulistianingsih. Dalam kesempatan tersebut Gatot mengatakan, FTUN ingin mengajak masyarakat Jakarta dan sekitarnya bisa menikmati berbagai menu makanan dan minuman jadul yang unik dan enak.

"Saya berani merekomendasikan semua makanan dan minuman yang disajikan peserta FKUN ini enak dan akan mengobati kerinduan kita semua akan makanan dan minuman unik yang saat ini semakin sulit didapatkan," ujar Gatot.

Acara ini diikuti lebih dari 50 pedagang di bidang kuliner, dimana 'Kampoeng Djawa Djaman Doeloe' menjadi tema dari acara. Selain menyajikan dan memperkenalkan kembali makanan dan minuman jadul, acara ini digelar dengan tujuan agar masyarakat turut memberikan kontribusi positif kepada dunia UMKM maupun budaya Indonesia.

"Kuliner unik Nusantara merupakan bagian dari kekayaan tradisi dan budaya etnis yang ada di Indonesia, tapi semakin sulit didapatkan. Festival ini berusaha menghadirkan kembali agar kekayaan tradisi dan budaya itu ikut terjaga dan pelakunya juga memiliki pasar yang lebih luas," jelas Gatot.  

Perlu diketahui, pengunjung yang ingin membeli makanan dan minuman terlebih dahulu harus menukarkan uang dengan voucher bergambar wayang yang sudah disediakan secara khusus, mulai dari nominal Rp 1.000 hingga Rp 20 ribu.

So, tunggu apa lagi?

(Aml / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari