22:48 WIB
Kamis, 23 Oktober 2014
Kamis, 13 September 2012 18:22 WIB

Fatwa Haram Money Politic oleh NU Diharapkan Bukan Kepentingan Politik

Suci Astuti
Pilkada DKI Jakarta (ilustrasi). Diharapkan tak ada praktik money politic. (Jaringnews/Dwi Sulistyo)
Pilkada DKI Jakarta (ilustrasi). Diharapkan tak ada praktik money politic. (Jaringnews/Dwi Sulistyo)

"Jangan sampai menggunakan uang untuk mendapatkan keinginan yang dicapai."

JAKARTA, Jaringnews.com - Rencana fatwa haram yang akan dikeluarkan Nahdlatul Ulama (NU) terhadap praktik money politic, menghadapi Pilkada DKI Jakarta, diharapkan tidak mengandung kepentingan politik tertentu, mengingat ini merupakan keputusan organisasi keagamaan.

Sekretaris Fraksi Hanura DPR RI Saleh Husein menilai, fatwa NU merupakan keputusan pimpinan agama yang harus ditaati setiap umatnya. Untuk itu, dia berharap fatwa tersebut bukan bagian dari kepentingan politik kelompok tertentu.

"Kalau itu merupakan keputusan organisasi keagamaan, umat harus mentaatinya. Jangan sampai menggunakan uang untuk mendapatkan keinginan yang dicapai," ujar dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9).

Kata dia, pelaksanaan ketetapan NU yang memfatwakan haram untuk praktik money politic sangat bergantung pada masing-masing individu peserta Pilkada DKI itu sendiri. Menurut Saleh, insan politik seyogyanya tidak melanggar kaidah dan ajaran agama yang berhubungan langsung dengan Sang Khalik.

"Jangan sampai melanggar ajaran agama, kembali lagi pada personal masing-masing dengan Yang Maha Kuasa. Kita tentu harus mentaati agar tidak melanggar. Kalau di agama, kalau melanggar kan dosa, maka sebaiknya harus mentaati apa yang telah diajarkan oleh agama," pungkasnya.

(Sat / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari