12:21:18 WIB
Minggu, 25 Juni 2017
Minggu, 23 April 2017 , 11:13 WIB

Sopir Bus Maut Tak Miliki STNK dan SIM, Sempat Diperiksa Lantas Bogor Lalu Dilepas?

Johannes Sutanto de Britto
83198-Kecelakaan bus (Foto: Ist)
Kecelakaan bus (Foto: Ist)

Sebelumnya, bus dikabarkan mengalami mogok di jalan tol Jagorawi. Bus sempat diberhentikan oleh petugas Lantas Polres Bogor dan dilepas meskipun tidak membawa surat-surat?

BOGOR, Jaringnews.com - Polres Bogor telah menahan dan memeriksa sopir bus maut di Puncak bernama Bambang Hernowo (51).

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama menyebutkan fakta yang sangat mencengangkan dimana si sopir ternyata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) serta tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sebelumnya, bus dikabarkan mengalami mogok di jalan tol Jagorawi. Bus sempat diberhentikan oleh petugas Lantas Polres Bogor. Pertanyaannya bus dilepas, meskipun si sopir tidak membawa surat-surat?

Nuryati (40), salah seorang penumpang bus, membenarkan, sebelum sampai di tempat tujuan, bus yang ditumpanginnya mogok di tol Jagorawi.

"Pada pukul 11.00 WIB atau sebelum sampai di lokasi tempat tujuan, bus pariwisata mogok, kemudian kami periksa surat-suratnya," kata Kasat Lantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi, Hasby Ristama.

Diketahui, kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/4) sekitar pukul 17.30 WIB.

Bus pariwisata dengan nomor polisi AG 7050 UR yang dikendarai Bambang diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Puncak menuju Jakarta.

Akibatnya, 4 orang tewas yaitu Oktariansyah Purnama Putra (26 tahun) berlamat: Jl Rawas VIII No 534, RT 10 RW 2 Lebung Gajar, Sematang Sorang, Palembang, Sumsel dan Zaenuddin (40 tahun) yang beralamat: Babakan Lebak, RT 2/6 Sinargalih Bogor, Jawa Barat.

Dua korban lainnya yaitu Dadang (45 tahun), Kepala Desa Citeko denngan alamat: Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dan Diana Simatupang (24 tahun), karyawan swasta yang beralamat di Griya Cisauk Serpong RI 01/08, Blok AB No. 1 Kel. Suradita Kecamatan Cisauk, Tangerang.

Terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kecelakaan itu diselidiki. “Saya sudah perintahkan Dirjen Darat berkoordinasi dengan kepolisian. Jika terbukti kelalaian, sanksi hukum berat kepada pengemudi dan perusahaan bus,” kata Menteri Budi.

( Deb / Deb )

Komentar