01:41:10 WIB
Rabu, 24 Mei 2017
Jum'at, 21 April 2017 , 15:13 WIB

Kapuspen Tegaskan Berita Tirto.id tentang Investigasi Allan Nairn : Ahok Hanyalah Dalih Untuk Makar Adalah HOAX

Karina Utami
83170-Kapuspen TNI Wuryanto
Kapuspen TNI Wuryanto

Lebih lanjut Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyatakan bahwa, isi berita yang dimuat di media online tirto.id tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

JAKARTA, Jaringnews.com - Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menegaskan beredarnya isu berita yang dimuat di media online tirto.id tanggal 19 April 2017 yang berjudul “Investigasi Allan Nairn : Ahok Hanyalah Dalih Untuk Makar”, adalah tidak benar atau berita hoax.

Hal tersebut ditegaskan Kapuspen di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/4/2017).

Lebih lanjut Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyatakan bahwa, isi berita yang dimuat di media online tirto.id tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Dikatakan Wuryanto, semestinya, penulis dan pihak tirto.id sebelum merelease berita tersebut mengkonfirmasi dulu ke pihak TNI.

Melihat pengaruh yang sangat negatif dari pemberitaan tersebut, Mabes TNI akan menempuh jalur hukum dengan melaoprkan tirto.id ke pihak kepolisian.

“Dari pemberitaan tersebut, Mabes TNI akan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan kepada Kepolisian RI agar diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Berikut kutipan salah satu isi berita pada Tirto.id yang dinilai hoax.

Dalam perbincangan dengan tokoh-tokoh kunci gerakan perlawanan terhadap Ahok, diketahui kasus penistaan agama ini hanya dalih untuk tujuan yang lebih besar: menyingkirkan Joko Widodo dan mencegah tentara diadili atas peristiwa pembantaian sipil 1965–pembantaian yang dilakukan militer Indonesia dan didukung pemerintah AS. Aktor utama dalam ‘serangan pembuka’ yang berperan sebagai penyuara dan pendesak adalah Front Pembela Islam (FPI), yang diketuai Rizieq Shihab. Bersama Rizieq, dalam rantai komando juga ada juru bicara dan Ketua Bidang Keorganisasian FPI, Munarman, serta Fadli Zon.

Tujuh staf intelijen/militer aktif dan pensiunan menyatakan kepada saya bahwa SBY memang menyumbang untuk aksi protes FPI, tetapi menyalurkannya secara tidak langsung. Salah satu informan tersebut adalah Laksamana (Purn) Soleman Ponto–bukan pendukung gerakan makar–mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan penasehat aktif Badan Intelijen Negara (BIN). “SBY menyalurkan bantuannya lewat masjid dan sekolah,” kata Soleman.

( Kar / Deb )

Komentar