02:17:44 WIB
Minggu, 25 Juni 2017
Sabtu, 26 November 2016 , 09:14 WIB

Izin Sudah Dikantongi, Duh, Gereja Santa Clara Bekasi Kembali Didemo

Helena Tan
80600-Demonstran Gereja Santa Clara Bekasi (Foto: Ist)
Demonstran Gereja Santa Clara Bekasi (Foto: Ist)

Umat Paroki Santa Clara saat ini mencapai 9.422 jiwa dan tersebar di seantero Kecamatan Bekasi Utara. Umat tersebut terbagi dalam 11 wilayah dan 58 lingkungan di bawah penggembalaan 4 orang pastor.

BEKASI, Jaringnews.com - Ratusan demosntran dari beberapa organisasi Islam Garis Keras kembali melakukan demontrasi menolak pembangunan gereja Santa Clara di Bekasi Utara, Jumat, 25/11.

Sejak pukul 13.30, usai Sholat Jumat mereka secara bergelombang mendatangi lokasi yang terletak di Jl. Kaliabang, Bekasi Utara.

Secara bergantian, para ustad berorasi menuding pihak Santa Clara telah melakukan pelanggaran hukum, memanipulasi data dan tandatangan warga pendukung. Karena itu mereka menyatakan menolak pembangunan Gereja Santa Clara. 

Jika tidak diindahkan mereka berjanji akan berdemo terus. Ustad Ismail malah mengancam akan membakar Gereja Santa Clara, jika tetap dibangun.

Menurut para orator, jumlah umat Santa Clara hanya segelintir sehingga tidak perlu memiliki gereja dan kalau harus memiliki gereja agar membangunnya di tempat lain.

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Romo Raymundus Sianipar, OFMCap selaku pastor paroki menjelaskan bahwa pihaknya tidak sembarangan dalam mengurus izin. Mereka sangat tertib dan disiplin dalam hal administrasi.

“Selama 17 tahun kami mematuhi semua persyaratan dan peraturan. Kami sabar dan telaten meski tantangannya tidak sedikit menggerus pikiran, emosi, perhatian dan sebagainya,” ujar Pastor Ray.

Menyangkut tudingan bahwa umat Katolik di tempat ini hanya segelintir, Sekretaris Dewan Paroki Rasnius Pasaribu menjelaskan bahwa umat Paroki Santa Clara saat ini mencapai 9.422 jiwa dan tersebar di seantero Kecamatan Bekasi Utara. Umat tersebut terbagi dalam 11 wilayah dan 58 lingkungan di bawah penggembalaan 4 orang pastor.

Dengan jumlah umat sebanyak tersebut, namun belum memiliki bangunan gereja, pihak pengurus gereja kesulitan memberikan pelayanan yang maksimal.

Untuk sementara, umat Santa Clara merayakan Misa di sebuah Ruko di Perumahan Wisma ASRI. Ruko yang mereka gunakan hanya mampu menampung sekitar 300 orang sementara umat yang datang mengikuti Misa mencapai 800-an orang. Umat yang tidak kebagian tempat di dalam, menghampar di luar duduk menggunakan kursi plastik di halaman ruko (jalan).

Dikethaui, IMB Gereja Santa Clara diterbitkan oleh Walikota Kotamadya Bekasi Rahmat Effendi pada 28 Juli 2015 setelah melalui berbagai tahapan verifikasi yang berkali-kali selama 17 tahun.

“Seluruh persyaratan kami penuhi dengan baik dan benar. Semuanya ada dokumentasinya,” imbuh Rasnius.

Lebih lanjut Rasnius menjelaskan, isu lain yang biasanya diembus-embuskan adalah, Gereja St. Clara adalah gereja terbesar se-Asia.

“Dari mana kemampuan kami mendirikan gereja sehebat itu? Tanah kami hanya 6.500 M2, dan di atasnya kami bangun gereja seluas 1.500M2, lalu ada balai pengobatan dan rumah pastor. Belum lagi tempat parkir dan ruang terbuka hijau,” jelas Rasnius.

( Hal / Hal )

Komentar