01:39:40 WIB
Minggu, 28 Agustus 2016
Jum'at, 23 Agustus 2013 , 11:02 WIB

Ahok Bela Lurah Lenteng Agung Korban Intoleransi

Chandra Harimurti
Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jakarta, Rabu, (24/10), (Jaringnews/ Dwi Djoko Sulistyo).
Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jakarta, Rabu, (24/10), (Jaringnews/ Dwi Djoko Sulistyo).

Susan lolos seleksi lelang lurah-camat yang begitu ketat.

JAKARTA, Jaringnews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama membela lurah Lenteng Agung di Jagakarsa Jakarta Selatan. Lurah ini korban aksi intoleran warganya sendiri.

Warga Lenteng Agung menolak Susan Jasmine Zulkifli menjadi lurah hanya karena beragama non muslim. Padahal Susan lolos seleksi lelang lurah-camat yang begitu ketat. Diinformasikan, warga setempat sampai mengumpulkan 2.300 nama dan 1.500-an KTP, untuk diberikan ke Pemprov DKI sebagai dukungan untuk mencopot Susan.

Mengetahui hal itu, Ahok jelas menolak permintaan warga. Ahok pun heran, warga Jakarta yang ketanya beradab dan cerdas masih membawa isu SARA dan bersikap intoleran.

"Kita nggak akan mau tangani masalah itu. Nanti lama-lama ditolak karena kamu Syiah. Ini tidak benar. Kalau tolak karena agama tidak ada urusan, kalau dia mencuri, tidak mau melayani, itu masalah," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Kamis (22/8).

Ahok mencontohkan isu SARA sempat menerjangnya saat bertarung di Pemilukada Jakarta setahun lalu. Namun Jokowi dan Ahok menang dengan perolehan suara 52 persen lebih.

"Jadi ada 40 persen lebih warga Jakarta tidak mau saya jadi wagub, tidak ada urusan. Kita taat konstitusi," jelasnya.

Sementara itu dalam rilis persnya, LSM Keberagaman Setara Institut mendesak Jokowi dan Ahok menuntaskan kasus intoleransi di Jakarta. Menurutnya kasus Susan Jasmine Zulkifli di Lenteng Agung itu menambah jumlah kasus intoleransi dan diskriminasi di Jakarta sebab, kasus serupa yang terjadi di Tambora, Jakbar, Februari 2013 hingga kini belum selesai.

( Chm / Mys )

Berita Terkait

Komentar