09:52:08 WIB
Selasa, 30 Agustus 2016
Sabtu, 18 Mei 2013 , 16:53 WIB

Perhutani Jember Minta Aparat Keamanan Amankan Lokasi Penambangan Emas

Arif Purba
Lobang yang ditinggalkan penambang emas ilegal (Jaringnews/Arif Purba).
Lobang yang ditinggalkan penambang emas ilegal (Jaringnews/Arif Purba).

Kekuatan pasukan pengamanan itu berjumlah 70 orang polisi dan tentara yang bertugas secara bergiliran.

JEMBER, Jaringnews.com - Semenjak ditemukan butiran bebatuan bercampur bijih emas di kawasan Gunung Manggar di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, kegiatan penambangan emas yang dilakukan secara liar dan ilegal makin marak. Agar tidak berdampak pada kerusakan lingkungan, maka Perhutani KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Jember yang memiliki wilayah hutan di punggung Gunung Manggar, meminta bantuan polisi dan tentara untuk mengamankan aksi liar dari penambang ilegal.

Adiministratur Perhutani KPH Jember, Nanang Sugiarto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengurugan puluhan lubang yang dibuat para penambang liar untuk mencari bijih emas. "Jika lubang-lubang yang dibuat para penambang liar itu tidak ditutup atau diurug kembali, maka saya khawatir akan berdampak pada rusaknya lingkungan hutan di
punggung Gunung Manggar," papar Nanang, Sabtu (18/5).

Untuk mengamankan pelaksanaan penutupan atau pengurugan lubang yang berbentuk lorong berkedalaman antara 4 - 6 meter itu, menurut Nanang diperlukan pengamanan ekstra dari aparat kepolisian dan personel tentara. Jika tidak diamankan aparat bersenjata, Nanang khawatir petugas Perhutani akan diserang oleh ratusan orang penambang liar sang penggali puluhan lubang dan lorong kedalam tanah tersebut.

Untuk mensukseskan pelaksanaan pengurugan lubang tambang emas ilegal itu, Nanang telah menemui Kapolres Jember dan Komandan Kodim 0824 Jember. "Alhamdulillah, Pak Kapolres dan Pak Dandim menyatakan kesiapannya untuk membantu pengamanan penutupan lubang-lubang serta lorong tanah di punggung Gunung Manggar," kata Nanang sembari
tersenyum.

Setelah koordinasi dengan Polres Jember dan Kodim 0824 Jember, Nanang akhirnya membangun posko lengkap dengan mesin genset listrik yang didirikan di punggung Gunung Manggar. Menurut Nanang, kekuatan pasukan pengamanan itu berjumlah 70 orang polisi dan tentara yang bertugas secara bergiliran selama proses pengurugan lubang dan lorong penambang liar dilakukan.

Secara terpisah, Wakapolres Jember, Kompol Cecep Susatiya, menjelaskan, pihaknya telah meninjau lokasi penambang ilegal di Gunung Manggar."Anggota telah menyita lima unit peralatan penggerus tanah milik penambang yang ditinggal di punggung Gunung Manggar. Saat ini alat penggerus tanah itu dijadikan barang bukti dan disimpang di
gudang Mapolres Jember," terangnya.

Kompol Cecep menyatakan, pihaknya menerjunkan anggotanya untuk mengamankan sekaligus menjaga aksi penambang liar kembali menjarah kawasan Gunung Manggar.

( Arp / Deb )

Komentar