22:30 WIB
Senin, 21 April 2014
Selasa, 14 Mei 2013 21:39 WIB

Ephorus HKBP: Semangat Toleransi Butuh Keteladanan Pemimpin

Ralian Jawalsen Manurung
Ketua PBNU Said Aqil Siradj disematkan ulos oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. WTP Simarmata. Said Aqil memberikan cindera mata untuk Ephorus HKBP, di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, 14 Mei 2013. (Jaringnews/Ralian JM)
Ketua PBNU Said Aqil Siradj disematkan ulos oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. WTP Simarmata. Said Aqil memberikan cindera mata untuk Ephorus HKBP, di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, 14 Mei 2013. (Jaringnews/Ralian JM)

Penting dibangun semangat toleransi antar umat beragama.

JAKARTA, Jaringnews.com - Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt. Dr. WTP Simarmata bertutur mengenai apa yang dilakukan Presiden Soekarno semasa dahulu. Kata dia, dalam konferensi gereja di Pemantang Siantar, Sumatera Utara, tahun 1957, Soekarno datang dan menghadiri ibadah di sana.

"Tapi pemimpin kita sekarang ini jarang melakukan apa yang pernah dilakukan Bung Karno," ujar Simarmata, dalam pertemuan dengan para petinggi PBNU, di Jl. Kramat Raya, Senen, Jakarta, Selasa (14/5).

Menurut orang nomor satu di gereja HKBP itu, penting dibangun semangat toleransi antar umat beragama. Namun, untuk membangun semangat toleransi itu tidak bisa dilakukan tanpa adanya keteladanan pemimpin dalam memberi contoh semangat toleransi kepada masyarakatnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua PBNU KH. Sahid Aqil Siradj mengemukakan, adanya garis jelas kepemimpinan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Namun, jelasnya, sangat disayangkan kini kepemimpinan nasional tidak memiliki batasan yang jelas terhadap garis kepemimpinan tersebut.

"Sekarang ini memang garisnya tidak jelas," ujarnya.

Mengakhiri pertemuan dengan Ketua PBNU, Ephorus HKBP menyematkan ulos, kain khas Batak kepada Said. Seusai memberikan Ulos, selanjutnya Ketua PBNU memberikan cindera mata kepada Simarmata.

(Ral / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini