19:00 WIB
Jumat, 29 Agustus 2014
Senin, 6 Mei 2013 19:56 WIB

e-KTP Tidak Boleh Sering Difoto Copy

Chandra Harimurti
Petugas merekam retina mata saat pembuatan KTP Elektronika, di Kantor Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (7/12). (Antara/Jaringnews)
Petugas merekam retina mata saat pembuatan KTP Elektronika, di Kantor Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (7/12). (Antara/Jaringnews)

Dilarang juga melubangi

JAKARTA, Jaringnews.com - Kementerian Dalam Negeri melarang memfoto copy dan distapler kepingan e-KTP. Sebab itu akan merusak fisik dan chips di dalamnya.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi  mengatakan chips itu berisikan data informasi si pemilik atau setiap warga. Selain itu masyarakat dilarang juga melubangi kepingan e-KTP.

"Kalau sekadar foto copy masih tidak apa-apa. Walaupun jangan terlalu sering-sering. Nah, yang pasti jangan dihekter atau jangan diperlakukan seperti KTP lama," jelas Gamawan di Kantor Presiden Jakarta, Senin (6/5).

Larangan itu sudah dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 471.13/1826/SJ tentang larangan memfoto copy e-KTP. Surat edaran itu diberikan kepada semua menteri, Kepala Kepolisian RI, Gubernur BI, Gubernur, dan Bupati/Walikota.

Dalam surat edaran itu menjelaskan kelebihan yang mendasar dari e-KTP. Bahwa di dalam e-KTP tersebut dilengkapi dengan chip yang memuat biodata, pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk, sehingga e-KTP dimaksud tidak dimungkinkan lagi dipalsukan atau digandakan.

Pembacaan biodata itu hanya bisa dilakukan oleh card reader. Selain itu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan di foto copy, distapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, sebagai penggantinya dicatat "Nomor Induk Kependudukan (NIK)" dan "Nama Lengkap"

Apabila masih terdapat unit kerja atau badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfoto copy, menstapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.

Sementara untuk e-KTP yang terlanjur rusak, akan diganti tanpa dipungut biaya. "Akan diganti, kan gratis," tutup Gamawan.

(Chm / Mys)
Diurutkan berdasarkan:
Selasa, 7 Mei 2013 08:39 WIB
imansyah

Saya rasa, semua orang baru tahu tentang hal ini.

Kamis, 9 Mei 2013 13:39 WIB
Karim Amarullah

Sejak awal sosialisasi E-KTP sampai dengan pendistribusiannya, tidak sama skali informasi tentang "dilarang memfoto copy E-KTP. Selama itu pula E-ktp sering difoto copy oleh pemiliknya, termasuk saya sendiri. Jangan-jangan tidak bisa lagi terbaca oleh kompter nantinya.

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini