19:10 WIB
Rabu, 22 Oktober 2014
Kamis, 2 Mei 2013 10:56 WIB

IPM Bali Tuntut Penghapusan UN dan Mundurnya Muh Nuh

Sri Lestari
Aksi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bali di perempatan jalan Sudirman-Dewi Sartika, Denpasar, Bali (Jaringnews/Sri Lestari)
Aksi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bali di perempatan jalan Sudirman-Dewi Sartika, Denpasar, Bali (Jaringnews/Sri Lestari)

Pelaksanaa UN gagal.

DENPASAR, Jaringnews.com - Puluhan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bali melakukan aksi damai menuntut penghapusan Ujian Nasional (UN) yang dinilai gagal dalam pelaksanaannya.

"Kami Pelajar Muhammadiyah Bali menuntut ujian Nasional dihapuskan karena pelaksanaannya tidak berjalan baik, amburadul dan carut-marut. Soal yang datang terlambat dan banyak soal yang rusak dan tertukar, itu sudah menunjukkan tidak baiknya pelaksanaan UN di Indonesia," kata Wakil Koordinator Lapangan Rizky Saputra di sela-sela aksi, Denpasar, Kamis (2/5).

Disamping itu, beban mental Ujian Nasional bagi pelajar memang sangat berat. Apalagi di tahun ini, pelaksanaa UN dianggap telah gagal. Oleh sebab itu, mereka juga menuntu Menteri Pendidikan mundur dari jabatannya.

"Coba lihat, pelaksanaan Ujian Nasional yang amburadul, kami menganggap Menteri Pendidikan sudah gagal. Kalau sudah gagal ya harus mundur. Kami menuntut Bapak Muh.Nuh mundur," tegasnya.

Aksi Damai dan tertib ini yang dilakukan di perempatan jalan Sudirman-Dewi Sartika tidak terlalu dijaga ketat petugas, hanya beberapa personil kepolisian yang melakukan penjagaan tertutup dan terbuka. Aksi damai tidak sampai menutup jalur lalu lintas yang setiap harinya madat dilalui kendaraan. Mereka melakukan aksi damai hanya di pinggir jalan dengan tertib.

(Sri / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini