17:18 WIB
Selasa, 21 Oktober 2014
Rabu, 17 April 2013 14:18 WIB

Ribuan Buruh PDP Jember Berdemo Tolak KSO dengan Investor

Arif Purba
Aksi demo buruh PDP Jember (Foto: Ist)
Aksi demo buruh PDP Jember (Foto: Ist)

Penandatanganan KSO PDP dengan CV NCL Surabaya itu tidak menguntungkan para buruh.

JEMBER, Jaringnews.com - Ribuan buruh PDP (Perusahaan Daerah Perkebunan) "Kahyangan" milik Pemkab Jember,menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Jember. Ribuan buruh perkebunan itu menolak KSO (Kerjasama Operasional) antara PDP dengan investor CV Nanggala Citra Lestari (NCL) asal Surabaya.

Dengan menumpang puluhan truk dan minibus, ribuan buruh pria dan wanita itu ada yang terlihat membawa serta anak-anak mereka. Para buruh perkebunan itu bekerja di beberapa kebun milik PDP Jember, antara lain Kebun Kebun Kali Mrawan, Kebun Sumberwadung, Kebun Sumbertenggulun, Kebun Gunung Pasang, Kebun Ketajek, dan Kebun Sumber Pandan. Kebun tersebut mengelola komoditas kebun karet, kopi, kakao, dan cengkeh, seluas 42.782 Ha.

Korlap aksi, Wahyu Baskoro menuding, penandatanganan KSO PDP dengan CV NCL Surabaya itu tidak menguntungkan para buruh. "Justru sebaliknya, kerjasama opersional dengan pihak swasta itu hanya mengejar keuntungan yang bakal dikantongi jajaran direksi beserta Pak Bupati belaka," tandas Wahyu disela-sela aksi demo Rabu (17/4).

Wahyu menyesalkan, penandatanganan dokumen KSO tersebut dilaksanakan tanpa melibatkan perwakilan buruh. Ironsinya lagi, kerjasama tersebut dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi. "Penandatanganan kerjasama yang dilakukan akhir Maret lalu itu, malah tidak diketahui oleh wakil rakyat kami di DPRD Jember," tegasnya.

Menurut Wahyu, seharusnya pihak manajemen perusahaan memberitahukan terlebih dahulu kepada staf dan juga buruhnya,jika memang akan melakukan kerjasama operasional dengan pihak ketiga paling tidak asosiasi serikat buruh dilibatkan agar dapat memberikan masukan.

Para buruh menilai dengan KSO yang bisa memberikan pemasukan kepada perusahaan sampai 18 Milyar Rupiah adalah hal yang mustahil. Sebab, investor yang dimaksud merupakan badan usaha baru yang berdiri bulan Juli tahun 2012 dengan nilai kekayaan hanya Rp1 M.

Langkah awal kerjasama adalah penjualan 159 ton karet melalui CV.Nanggala Mitra Lestari yang sampai saat ini tidak diketahui harga penjualannya dan tidak ada pemasukan pada kas PDP Kahyangan Jember. "Realitas itu kami jadikan pijakan menolak bentuk kerjasama dengan swasta dari Surabaya tersebut," cetusnya.

"Langkah awal KSO dengan penjualan produksi karet 159 ton kepada pihak mitra tidak ada kejelasan prosedural. Ironisnya, penjualan hasil komodite tersebut hanya dengan bukti secarik delevery order dan tidak ada kontrak. Jadi tidak bisa dikatakan sebagai proses transaksi penjualan secara profesional," papar Wahyu.

Usai mendemo Kantor Bupati Jember, ribuan buruh itu mengakhiri aksinya di depan Gedung DPRD Jember dan selanjutnya membubarkan diri.

(Arp / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini