08:48 WIB
Selasa, 2 September 2014
Sabtu, 15 September 2012 16:06 WIB

Amnesty International: Jangan Tunda Pembentukan KKR Aceh

Chandra Harimurti
Ilustrasi
Ilustrasi

Pemerintah pusat pun pernah berjanji untuk membuat KKR pada 2005 silam.

JAKARTA, Jaringnews.com - Organisasi HAM internasional, Amnesty Internasional mengkritik keputusan DPR Aceh yang menunda pembentukan komisi kebenaran dan rekonsiliasi (KKR). Katanya itu merupakan kemunduran besar untuk mengakhiri impunitas di Aceh.

Padahal, KKR berguna untuk mengungkap korban konflik saat GAM masih terbentuk. Pemerintah pusat pun pernah berjanji untuk membuat KKR pada 2005 silam. Saat itu pemerintah berkomitmen untuk memastikan kebenaran, keadilan dan reparasi penuh bagi korban konflik dan keluarga mereka.

"Hanya ada sedikit kemajuan dalam menjamin akuntabilitas atas kejahatan yang dilakukan selama konflik bersenjata di Aceh, termasuk pembunuhan di luar hukum, pemerkosaan dan kejahatan kekerasan seksual lainnya, penghilangan paksa, dan penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya," kata Juru Bicara Amnesty Internasional untuk Indonesia - Timor Leste, Josef Roy Benedict saat dihubungi, (19/9) di Jakarta.

Roy Benedict mengatakan pembentukan KKR bersifat mendesak. Perjanjian Perdamaian Helsinki 2005 dan UU (No.11/2006) tentang Pemerintahan Aceh tahun 2006 itu berisi ketentuan untuk pembentukan Pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Aceh.

"Keduanya belum didirikan. Padahal pembentukan komisi kebenaran membawa mereka yang diduga bertanggung jawab pidana atas kejahatan di bawah hukum internasional ke pengadilan," jelas pria yang kini bermukim di London, Inggris.

Amnesty International juga mendesak pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan pembentukan komisi kebenaran nasional. Ini berfungsi sesuai dengan hukum dan standar internasional.

"Semua korban dan keluarga mereka harus diberi reparasi penuh dan efektif di bawah hukum internasional, termasuk restitusi, kompensasi, rehabilitasi, kepuasan dan jaminan ketidakberulangan," tutupnya.

(Chm / Riz)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini