10:02:50 WIB
Sabtu, 23 Juli 2016
Sabtu, 15 September 2012 , 10:17 WIB

UT Jember Berikan 140 Kursi Beasiswa Bidik Misi

Arif Purba
Hj. Suparti, Kepala UPBJJ-UT Jember (Jaringnews/Arif Purba)
Hj. Suparti, Kepala UPBJJ-UT Jember (Jaringnews/Arif Purba)

Beasiswa juga mencakup biaya hidup.

JEMBER, Jaringnews.com - Universitas Terbuka (UT) Jember mendapat kuota 140 kursi beasiswa program Bidik Misi (Beasiswa Pendidikan Masyarakat Miskin). Kuota beasiswa Bidik Misi itu akan diberikan kepada mahasiswa tahun ajaran 2012 ini. Para peserta yang lulus, akan diberikan biaya hidup Rp 600 ribu/bulan plus Rpo 500 ribu/semester untuk uang dukungan belajar.

Beasiswa itu akan diberikan kepada mahasiswa program studi S-1 Agribisnis dan S-1 Komunikasi. Sumber dana beasiswa Bidik Misi itu, 50 kursi diantarannya dari pemerintah pusat dan 90 kursi lainnya baiayai oleh UPBJJ-UT Jember melalui dana Coorporate Social Responbility (CSR).

Kepala UPBJJ-UT Jember, Hj. Suparti, anggaran beasiswa melalui dana CSR diperoleh dari bantuan pihak ketiga, seperti bank BRI, bank BPN, bank Mandiri, dan PT Pos. "Universitas Terbuka juga mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bidik misi tersebut," jelas Suparti, Sabtu (15/9).

Suparti menerangkan, jatah beasiswa bidik misi sebanyak 50 kursi itu diprioritaskan bagi warga Jember dan kabupaten sekitarnya seperti Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, juga bisa mendapatkan program beasiswa Bidik Misi.

"Program beasiswa Bidik Misi ini memang sengaja dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk memberikan kesempatan lulusan SMA/SMK yang berprestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan Sarjana," papar Suparti, Sabtu (15/9).

Suparti menambahkan, beasiswa Bidik Misi tidak hanya memberikan pembebasan biaya kuliah saja, juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa sebesar Rp 600 ribu/bulan plus uang dukungan belajar Rp 500 ribu/per semerster bagi setiap mahasisiwa yang lulus tes penerima beasiswa.

"Dengan program beasiswa bidik misi ini, saya berharap anak-anak dari masyarakat kurang mampu bisa melanjutkan ke jenjang sarjana seperti yang dinikmati kalangan orang mampu. Dengan begitu, tercipta pemerataan kesempatan mengecam pendidikan tinggi di seluruh lapisan masyarakat," tutup Suparti.

( Arp / Deb )

Komentar