11:52 WIB
Selasa, 16 September 2014
Rabu, 5 September 2012 20:49 WIB

BLKLN dan PPTKIS Diminta Bersinergi demi Tingkatkan Kualitas TKI

Nikky Sirait
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia( BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat (kiri). (Antara/Jaringnews)
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia( BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat (kiri). (Antara/Jaringnews)

"Sudah saatnya untuk melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertindak melawan hukum terkait pelayanan TKI.”

JAKARTA, Jaringnews.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, permasalahan TKI di luar negeri sebagian besar karena persoalan di dalam negeri, terutama pada pelatihan di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN). Pengelola BLKLN maupun pengusaha Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) harus bersinergi, untuk peningkatan kualitas calon TKI yang akan ditempatkan ke luar negeri.
 
“Dalam beberapa kali rapat di tingkat kementerian terkait pelayanan TKI, BNP2TKI diingatkan bahwa sudah saatnya untuk melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertindak melawan hukum terkait pelayanan TKI,” ungkap Jumhur dalam acara 'Sosialisasi Materi Pelatihan Calon TKI untuk Tujuan Negara Timur Tengah' kepada 128 pengelola BLKLN se-Jabodetabek, di auditoriun BNP2TKI, Jakarta, Rabu (5/9).

“Apa yang saya sampaikan ini merupakan warning (peringatan) keras bagi kalangan pengelola BLKLN maupun PPTKIS,” katanya menambahkan.

Jumhur menjelaskan, peringatan tersebut perlu disikapi dengan positif oleh kalangan pengelola BLKLN maupun pengusaha PPTKIS. Untuk meningkatkan kualitas pelatihan terhadap calon TKI, kata dia, butuh modal yang layak.

"Pengelola BLKLN dan pengusaha PPTKIS hendaknya bisa bekerja sama terkait kebutuhan modal pelatihan untuk calon TKI ini. Lakukan pelatihan secara intensif dengan pelatihan yang benar terhadap calon TKI,” kata Jumhur.

Terkait dengan modal pelatihan untuk calon TKI di BLKLN, Jumhur mencontohkan mengenai cara membuat roti yang menjadi makanan khas masyarakat di negara-negara di Timur Tengah. Pada saat pelatihan, hendaknya calon TKI benar-benar dilatih cara membuat roti yang benar, sesuai dengan yang biasa dibikin masyarakat di negara-negara di Timur Tengah.

“Sehingga ketika TKI tersebut bekerja pada pengguna di negara-negara di Timur Tengah tidak sampai salah lagi, dan berakibat merugikan pada TKI bersangkutan,” papar Jumhur.

(Nky / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini