18:19 WIB
Minggu, 21 Desember 2014
Senin, 20 Agustus 2012 18:31 WIB

AM. Fatwa Sesalkan Prosesi Pemakaman Kharis Suhud Sepi Pejabat Negara

Ralian Jawalsen Manurung
Kharis Suhud
Kharis Suhud

Bahkan, inspektur upacara hanya dipimpin jenderal bintang dua.

JAKARTA, Jaringnews.com - Di mata mantan Wakil Ketua MPR RI AM. Fatwa, Letnan Jenderal (Purn) Kharis Suhud, mantan ketua MPR yang meninggal pada hari Senin (20/8) ini, adalah sosok yang santun.

Meski Fatwa dan Kharis berada di MPR di era yang berbeda, dimana Kharis di era Orde Baru dan Fatwa di zaman reformasi, silaturahmi keduanya terus terjalin dengan baik.

"Meski berbeda generasi, saya dengan dia cukup dekat dalam melakukan komunikasi dan Pak Kharis adalah pribadi yang sangat hangat diajak berkomunikasi. Bahkan saya sering meminta pendapat dia (Kharis)," ujar anggota DPD RI itu usai menghadiri proses pemakaman jenazah Kharis di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Senin (20/8).

Namun, Fatwa menyayangkan pemakaman pria kelahiran Madiun, Jawa Timur 1925 itu, dihadiri minim pejabat negara. “Bahkan, inspektur upacara hanya dipimpin jenderal bintang dua. Padahal, beliau adalah purnawirawan bintang tiga," ujarnya.

Kharis meninggal dunia di RS Pusat Pertamina Jakarta, Senin (20/8), sekitar Pukul 00.36 WIB, akibat komplikasi ginjal, liver dan paru-paru.

Mantan ketua Fraksi ABRI periode 1982-1987 itu berpulang meninggalkan empat orang anak dan delapan orang cucu. Istri Kharis Suhud, Sri Sukarsi, telah wafat lebih dulu pada tahun 2005.

(Ral / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini