10:08 WIB
Minggu, 23 November 2014
Jumat, 22 Maret 2013 15:27 WIB

SBY dan 7 Pimpinan Lembaga Negara Komitmen Sukseskan Pemilu 2014

Chandra Harimurti
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta (Antara/Jaringnews)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta (Antara/Jaringnews)

Dua kelompok yang menentukan aman atau tidaknya pemilu

JAKARTA, Jaringnews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membahas penyuksesan pemilihan umum 2014 dengan 7 pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jumat (22/3). SBY dan 7 pimpinan lembaga negara itu berkomitmen akan membuat pemilu yang elegan.

Dalam pertemuan itu hadir Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Ketua Komisi Yudisial (KY) Eman Suparman, dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo. Sementara SBY didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam.

"Kami dengan terbuka, dengan penuh tanggungjawab ikut memikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk mensukseskan pemilu 2014 mendatang. Banyak hal yang kami diskusikan tadi. semua positif atau konstruktif," kata Presiden Yudhoyono dalam jumpa persnya.

Menurut SBY, kalangan dunia internasional banyak menyoroti tradisi politik di Indonesia. Mereka mencatat pemilu itu dinyatakan sebagai pemilu yang fair dan demokratis. Maka itu pemilu di 2014 mendatang harus lebih baik dari pemilu sebelumnya.

"Kisah sukses itu. Tentu di tengah-tengah kekurangan yang ada, yang sudah kita sadari dan akan terus kita perbaiki. Kita ingin pemilu tahun depan berlangsung secara aman, lancar, tertib dan demokratis," kata dia.

Dalam diskusi itu, SBY juga menyoroti kelompok-kelompok yang menentukan aman atau tidaknya pemilu. Dua kelompok itu adalah elit politik dan masyarakat.

"Kita juga menyadari ada dua kelompok yang sangat penting untuk bikin pemilu kita aman, tertib lancar itu. Yang pertama elit politik termasuk para politisi yang harus bisa memberi contoh dan kemudian ikut menjalankan kompetisi dengan sehat dan tidak melampaui kepatutannya," jelasnya.

(Chm / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari