09:26:15 WIB
Senin, 23 Januari 2017
Sabtu, 13 Februari 2016 , 15:01 WIB

Kodam Jaya Siap Terjunkan Personelnya Amankan Penertiban Kalijodo

Luska Mujidayanti
Kepala Penerangan Kodam Jaya
Kepala Penerangan Kodam Jaya

Tapi kita berharap, saat proses mediasi dan sosialisasi, pemerintah bisa menjelaskan dengan baik, ada solusi seperti halnya kalau Kodam Jaya melaksanakan penertiban, sehingga tidak perlu terjadi bentrok atau hal yang tidak perlu, intinya humanis tapi tetap menggigit.

JAKARTA, Jaringnews.com - Dinilai banyak menimbulkan berbagai masalah, Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) akan membongkar sekaligus menertibkan kawasan Kalijodo, Jakarta Utara.

Wilayah pemukiman yang identik dengan kehidupan malam dan penjualan minuman keras serta narkoba tersebut berdiri di atas jalur hijau dan mau tidak mau perlu dibongkar.

"Kalijodo itu jalur hijau jadi harus kami bongkar. Pokoknya semua ditutup," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/2).

Jika pembongkaran terealisasi, Gubernur Basuki berencana akan membangun taman pisang di wilayah Kalijodo tersebut.

Dalam melakukan pembongkaran Kalijodo, nantinya Gubernur DKI akan meminta bantuan pembackapan keamanan dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.

Gubernur DKI menyebut Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana dan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian siap membantunya membongkar lokalisasi Kalijodo.

Berikut penjelasan Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya) Kolonel Inf Heri Prakosa kepada jaringnews.com melalui pesan singkatnya, Sabtu (13/2).

 Bagaimana tanggapan Kodam Jaya atas permintaan Gubernur DKI untuk membantu pengamanan pembongkaran Wilayah Kalijodo 

Kodam Jaya itu mengikuti amanah konstitusi, salah satunya membantu tugas pemerintah daerah. Selagi tugas yang diminta tidak melanggar aturan, kita bantu, Kodam Jaya siap bantu.

 Lalu bagaimana dengan kekuatan personelnya 

Kekuatan kita tunggu permintaan, dalam suratnya nantikan akan berisi waktu, tempat, kekuatan yang diperlukan dan tugasnya.

Jadi 

Personel siap, kita punya 15 ribu pasukan. Tinggal berapa yang dibutuhkan, kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, Jadi perlu dipetakan. Karena ini hajat pemda, yang akan lebih banyak memperkuat itu pemda seperti satpol PP. Kita sesuai porsi aja.

Kalau tugas operasi selain perang kan kami memang membantu tugas pemda. Tapi kalau tugas seperti penertiban Kalijodo itu kan tidak kayak tugas gawat darurat, misalnya bencana alam atau tugas penanganan keadaan darurat nggak usah diminta, tentara langsung gerak langsung turun. Kalau ini harus pakai perencanaan.

Jadi kira kira gimana nanti Kodam Jaya cara menangani para penghuni kawasan Kalijodo 

Kita tetap seperti biasa, humanis tapi tegas karena yang dihadapikan warga sendiri bukan musuh.

Untuk mengatasi kemungkinan adanya perlawanan yang bersifat ekstrim dari warga Kalijodo 

Kemungkinan perlawanan pasti ada, seperti upaya pemasangan barikade, bakar ban, lempar bom molotov, tetapi semua itu hanya untuk memprovokasi saja. Kodam Jaya sudah terbiasa hadapi itu.

Kalau ibu-ibu sih, mungkin ada yang coba menghalangi petugas dengan buka baju misalnya, tapi Kodam Jaya punya antisipasi yaitu dengan menerjunkan personel Kowad dengan perlengkapan sarung jadi kalo ada yang bertindak asusila langsung diamankan pakai sarung.

Tapi kita berharap, saat proses mediasi dan sosialisasi, pemerintah bisa menjelaskan dengan baik, ada solusi seperti halnya kalau Kodam Jaya melaksanakan penertiban, sehingga tidak perlu terjadi bentrok atau hal yang tidak perlu, intinya humanis tapi tetap menggigit.

 Apakah sudah ada surat atau permintaan bantuan dari Pemprov DKI ke Kodam Jaya.

Sampai saat ini belum mengirimkan surat resmi terkait permintaan bantuan. Namun sudah ada pembicaraan secara lisan dengan Pangdam dan Kapolda.

Gubernur DKI mengatakan kalau pihaknya akan menggusur Kalijodo dengan menggunakan tank dan dia akan meminta itu ke TNI, tanggapan dari Kodam Jaya gimana 

Kalau pake tank itu disesuaikan, siapa yang mesti dihadapi, memangnya Kalijodo siapin apa sehingga harus tank yang bergerak.

Gak usah risau sama Kalijodo, negara tidak boleh takut apalagi kalah sama preman.

( Lus / Deb )

Komentar