11:58:42 WIB
Jum'at, 28 Juli 2017
Senin, 19 Oktober 2015 , 13:58 WIB

Selain AU, Terbang Aerobatik Kini Dapat Dipelajari oleh Sipil

Luska Mujidayanti
73029-Steering Committee JIDD ke 4 Laksamana Madya (Purn) TNI Eris Herriyanto dan Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia Letnan Jenderal TNI Subekti, Jakarta, Senin (17/3) (Foto - Ralian Jawalsen Manurung)
Steering Committee JIDD ke 4 Laksamana Madya (Purn) TNI Eris Herriyanto dan Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia Letnan Jenderal TNI Subekti, Jakarta, Senin (17/3) (Foto - Ralian Jawalsen Manurung)
Aerobatik pesawat sebetulnya juga bisa dipunyai oleh sipil, tidak hanya Angkatan Udara saja.
 
JAKARTA, Jaringnews.com - Laksamana Madya (Purn) Eris Herryanto, penerbang F-16 pertama di tahun 1989 yang kini telah berusia 61 tahun ini terlihat gesit dan prima dalam aksi aerobatik pesawat tipe pitts-s2c spesial dalam pembukaan pendidikan penerbangan aerobatik pesawat. Berbagai macam  akrobatik pesawat dimainkannya di udara Lapangan terbang Wiladatika, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.
 
Penerbang senior sekaligus Pembina klub Asia Aero Flying Club (AAFC) ingin memperkenalkan olahraga terbang ini kepada masyarakat umum. Karena aerobatik pesawat sebetulnya juga bisa dipunyai oleh sipil, tidak hanya Angkatan Udara saja.
 
 Apa yang mendorong anda membuka Asia Aero Flying Club ini ?
 
?Antusias publik begitu besar terhadap kedirgantaraan. Namun komunitasnya masih kecil, oleh karena itu kami ingin memberikan masukan kepada publik bahwa disini ada kegiatan kedirgantaraan yang mungkin sangat diperlukan bagi masyarakat, khususnya masyarakat kedirgantaraan demi masa depan negeri ini. Apalagi kita tahu bahwa Indonesia sangat luas, tepatnya pulau-pulau, kalau nggak pakai kapal besar, ya pakai pesawat kecil untuk menghubungkan pulau-pulau itu. Sehingga sangat besar untuk perkembangan kedirgantaraan di masa depan.
 
 Apa visi dari AAFC ini ?
 
Berdirinya AAFC berawal dari  saya mengumpulkan teman-teman yang hobi dengan pesawat kecil. Kemudian Kita mengakomodir orang-orang yang hobi, dan yang mempunyai keinginan di bidang kedirgantaraan. Nah kita fasilitasi di komunitas ini terus kita sekarang fokus pada pendidikan. Bukan pendidikan dalam arti formal tetapi pendidikan atau pengetahuan soal kedirgantaraan.?
 
Maksudnya pendidikan kedirgantaraannya seperti apa yang akan diterapkan?
 
Jadi saya mengibaratkan seperti saya masih SD atau SMP dulu ya, saya kan dari kecil nggak tahu soal pesawat. Harapan saya begitu masuk sekolah itu dikasih penjelasan kenapa pesawat itu bisa terbang. Banyak pertanyaan dari dalam diri saya seperti : sekian-kian ton kok pesawat bisa terbang, bagaimana mengendalikan pesawat, terus kalau saya terbang di bandara, apa saja yang terlibat dalam penerbangan, apa fasilitas yang ada di bandara.
 
Hal - hal seperti inilah yang akan diajarkan di AAFC ini, itu nanti di sana dijelaskan. Jadi anak-anak yang tidak tahu sama sekali tentang kedirgantaraan begitu masuk di AAFC  paling nggak dia tahu. Itu tujuan kita sehingga suatu saat tidak takut lagi dengan pesawat. Sehingga kalau dia punya cita-cita jadi penerbang, maintenance atau apa ternyata di bidang penerbangan ini banyak profesi yang bisa digeluti. Bukan hanya pilot.?
 
Sudah berapa lama AAFC ini berdiri?
 
Keberadaan kita disini sudah lima tahun yaitu sejak tahun 2010. Sudah cukup lama. Tapi karena kita masih berbenah terhadap intern dan juga infrastruktur yang ada disini. Namun sudah bisa dilihat setelah nanti kita terbang fasilitas kita buat adik-adik pelajar untuk mengetahui tentang kedirgantaraan.?
 
 Berapa lama anak-anak menempuh pendidikan di AAFC ini ?
 
Anak-anak dapat belajar selama  20 jam atau selama dua bulan, dalam sehari atau sekali datang dapat belajar selama 1 sampai 6 jam.
 
Berapa pesawat yang dimiliki  AAFC ini ?
 
AAFC memiliki 9 pesawat, yaitu tipe pitts-s2c spesial, CTsw, RV7, trike airborn xt.
 
( Lus / Deb )

Berita Terkait

Komentar