21:48 WIB
Rabu, 23 April 2014
Sabtu, 11 Februari 2012 12:18 WIB

Sidak Denny Indrayana ke Rutan Cipinang Patut Diapresiasi

Ralian Jawalsen Manurung
Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana
Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana

Karena sidak itu, Denny memergoki pertemuan rahasia antara M. Nazir, dan Djufri Taufik dengan M. Nazaruddin di ruang khusus di Rutan Cipinang.

JAKARTA, Jaringnews.com - Terbongkarnya pertemuan rahasia antara anggota Komisi III DPR, Muhammad Nasir dan mantan kuasa hukum Mindo Rosalina Manulang, Djufri Taufik dengan terdakwa kasus dugaan suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Wamekumham), Denny Indrayana saat melakukan Sidak ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, patut diapresiasi.

Pengamat Hukum, Saldi Isra berpendapat, sidak yang dilakukan Denny adalah langkah yang positif dan sudah tepat.

"Jadi apa yang dilakukan Wamenhumham adalah langkah yang baik. Saya kira sesuatu yang benar yang dilakukan pejabat menteri," kata Saldi Isra, di Jakarta, Sabtu (11/2/2012).

Menurut Saldi, setidaknya apa yang dilakukan Denny adalah upaya untuk mengontrol kehidupan di rumah tahanan. Sehingga, pejabat menteri bukan sekedar mendengar dari bawahannya, tetapi terjun langsung ke lapangan untuk melihat situasi nyata di masyarakat, khususnya rutan.

Dikatakannya, motif kedatangan Nasir yang tak lain adalah adik kandung Nazaruddin, dan Taufik ke LP Cipinang di luar jam besuk, harus diselidiki karena janggal. Pasalnya, pertemuan itu terjadi para Rabu (8/2/2012) malam di suatu ruangan khusus di rutan Cipinang.

"Apakah motif kedatangannya ke sana. Katanya dengan Pass Khusus, dan apakah memang anggota DPR menggunakan Pass Khusus?" tanya dia.

Menyoal Pass Khusus, di tempat terpisah anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurdiman Munir menjelaskan, Pass Khusus diterapkan pada masa kepemimpinan Patrialis Akbar di Kementerian Hukum dan HAM.

(Ral / Kru)
Diurutkan berdasarkan:
Sabtu, 11 Februari 2012 20:52 WIB
ana

koq saya tak percaya ya bisa pas banget pak denny sidaknya?malam2 lagi. bukannya dulu juga pak denny bilang kepergok gayus di singapore juga???? koq sekarang orang2 suka berakting ya?????

Minggu, 12 Februari 2012 18:39 WIB
joto

Menurut saya, ini namanya tokoh sensasi....popularisasi..., gak enak juga kalaw jadi kepala satpam di rutan....relasinya apa yaa dengan fakta hukum yang sedang diuji di pengadilan tipikor....ahhh yang mboten-boten saja...

Rabu, 15 Februari 2012 10:08 WIB
faisal

saya mendukung sekali dengan kejadian tersebut itu semata untuk mendukung keadilan yang seadil-2nya itu demi masyarakat Indonesia yg masih banyak sekali yg miskin

Rabu, 15 Februari 2012 10:13 WIB
faisal

Lanjutkan terus Pak Deny dengan sidak di Rutan itu demi mengurangi kejadian yg tidak diinginkan didalam rutan di seluruh Indonesia

Rabu, 15 Februari 2012 10:36 WIB
faisal

Kami sarankan kepada Menkumham untuk segera membangun Rutan atau Lapas Khusus Korupsi agar bisa terpantau dari cctv dalam konteks hanya pengawasan untuk demi menegakkan keadilan se-adil-2nya agar tercipta masyarakat adil dan makmur

Rabu, 15 Februari 2012 12:26 WIB
igbal

Kenapa ya kok cuman P Denny aja yang berani mendobrak mafia peradilan. Saat ini di Surabaya masih ada kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua DPR dan Sekretris Daerah dan anak buahnya yang sudah diputus oleh MA bersalah, masih saja bebas berkeliaran. Coba ada tokoh MA yang mau bermanuver seperti P Denny, klop lah penegakan hukum di negara kita ini.

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini