08:46:49 WIB
Selasa, 27 September 2016
Selasa, 23 April 2013 , 22:18 WIB

Pengacara Djoko Susilo: Dasar KPK Menyita Hampir Semua Harta Klien Kami Apa?

novel martinus
Mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo usai sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, (23/4), (Jaringnews/ Dwi Sulistyo). Jaksa KPK menyatakan negara dirugikan Rp 144,9 miliar terkait pengadaan simulator SIM.
Mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo usai sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, (23/4), (Jaringnews/ Dwi Sulistyo). Jaksa KPK menyatakan negara dirugikan Rp 144,9 miliar terkait pengadaan simulator SIM.

Juniver mengatakan telah menyiapkan langkah-langkah hukum terkait kewenangan yang berlebihan yang dilakukan KPK.

JAKARTA, Jaringnews.com - Juniver Girsang, kuasa hukum terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat simulator SIM, Irjen (Pol) Djoko Susilo, mengecam tindakan KPK yang melakukan penyitaan terhadap hampir semua harta milik kliennya dengan dalih penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Tidak ada kewenangan KPK untuk menyita harta kekayaan milik Djoko Susilo. Dari dakwaan yang dibacakan tadi, penyitaan yang dilakukan KPK merupakan harta yang sudah ada sebelum berlangsungnya proyek simulator SIM. Inikan (simulator SIM) kasus tahun 2011, kok hampir semua harta yang disita merupakan harta yang sudah dimiliki klien kami sebelum berlangsungnya proyek ini? Harta sejak tahun 2002-2010. Bahkan saat itu KPK belum lahir, kok bisa teriak-teriak dengan pasal TPPU, dasar dan relevansinya apa?" ujar dia usai mendampingi kliennya saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Juniver menilai, tindakan KPK tersebut telah kebablasan karena menyita aset kliennya dengan tidak beralasan dan tidak memiliki relevansi dengan kasus simulator SIM. Juniver pun mengatakan telah menyiapkan langkah-langkah hukum terkait kewenangan yang berlebihan yang dilakukan KPK.

"Kami akan siapkan langkah-langkah hukum karena KPK sudah melampaui kewenangannya," tegas Juniver.

Seperti diketahui, KPK telah menyita sejumlah harta Djoko. Penyitaan harta tersebut terkait dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus simulator SIM 2011. Dan saat ini KPK telah menyita 20 rumah Djoko yang menggunakan nama kepemilikan dari 3 istri dan anak di sejumlah daerah di Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Bali. Tak hanya itu, KPK juga telah menyita 3 SPBU atau pompa bensin di Jakarta, Ciawi dan Kendal.

Selain itu, 4 mobil mewah dan 6 bus milik Djoko juga sudah disita KPK. KPK juga telah menyita tanah dan bangunan yang berada di dua lokasi di daerah Ciater, Subang, Jawa Barat.

( Nvl / Nky )

Berita Terkait

Komentar