12:56 WIB
Sabtu, 20 September 2014
Selasa, 23 April 2013 22:18 WIB

Pengacara Djoko Susilo: Dasar KPK Menyita Hampir Semua Harta Klien Kami Apa?

JaringNews
Djoko Susilo menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 April 2013. (Jaringnews/Dwi Sulistyo)
Djoko Susilo menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 April 2013. (Jaringnews/Dwi Sulistyo)

Juniver mengatakan telah menyiapkan langkah-langkah hukum terkait kewenangan yang berlebihan yang dilakukan KPK.

JAKARTA, Jaringnews.com - Juniver Girsang, kuasa hukum terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat simulator SIM, Irjen (Pol) Djoko Susilo, mengecam tindakan KPK yang melakukan penyitaan terhadap hampir semua harta milik kliennya dengan dalih penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Tidak ada kewenangan KPK untuk menyita harta kekayaan milik Djoko Susilo. Dari dakwaan yang dibacakan tadi, penyitaan yang dilakukan KPK merupakan harta yang sudah ada sebelum berlangsungnya proyek simulator SIM. Inikan (simulator SIM) kasus tahun 2011, kok hampir semua harta yang disita merupakan harta yang sudah dimiliki klien kami sebelum berlangsungnya proyek ini? Harta sejak tahun 2002-2010. Bahkan saat itu KPK belum lahir, kok bisa teriak-teriak dengan pasal TPPU, dasar dan relevansinya apa?" ujar dia usai mendampingi kliennya saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Juniver menilai, tindakan KPK tersebut telah kebablasan karena menyita aset kliennya dengan tidak beralasan dan tidak memiliki relevansi dengan kasus simulator SIM. Juniver pun mengatakan telah menyiapkan langkah-langkah hukum terkait kewenangan yang berlebihan yang dilakukan KPK.

"Kami akan siapkan langkah-langkah hukum karena KPK sudah melampaui kewenangannya," tegas Juniver.

Seperti diketahui, KPK telah menyita sejumlah harta Djoko. Penyitaan harta tersebut terkait dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus simulator SIM 2011. Dan saat ini KPK telah menyita 20 rumah Djoko yang menggunakan nama kepemilikan dari 3 istri dan anak di sejumlah daerah di Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Bali. Tak hanya itu, KPK juga telah menyita 3 SPBU atau pompa bensin di Jakarta, Ciawi dan Kendal.

Selain itu, 4 mobil mewah dan 6 bus milik Djoko juga sudah disita KPK. KPK juga telah menyita tanah dan bangunan yang berada di dua lokasi di daerah Ciater, Subang, Jawa Barat.

(Nvl / Nky)
Diurutkan berdasarkan:
Jumat, 26 April 2013 12:28 WIB
Jono Kusumo S.H.

koruptor memang harusnya dimiskinkan, biar tahu rasanya penderitaan rakyat yang makin sengsara..jadi setuju saja jika semua harta koruptor disita, sisain aja baju yang menempel di badannya, hehe.

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini