04:24:16 WIB
Kamis, 29 Juni 2017
Senin, 20 Februari 2017 , 16:53 WIB

Divonis 4 Tahun, Irman Gusman : Ini Berat Buat Saya

Karina Utami
82113-Irman Gusman terdakwa kasus suap Gula.(Ist0
Irman Gusman terdakwa kasus suap Gula.(Ist0

“Putusan ini tentu berat untuk saya, tapi yang penting bagaimana kami mendefinisikan persoalan korupsi ini dengan baik,” kata Irman

JAKARTA, Jaringnews.com - Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis 4 tahun kurungan kepada mantan ketua DPD Irman Gusman karena terbukti menerima suap Rp 100 juta dari suami istri pengusaha gula asal Sumatera Barat.  

Mendapatkan putusan vonis hakim tersebut Irman menilai vonis hakim tersebut cukup berat dan tak sesuai ekspektasi. Padahal, vonis majelis hakim sudah jauh lebih ringan daripada tuntutan jaksa yang memintanya dipenjara selama tujuh tahun.

“Putusan ini tentu berat untuk saya, tapi yang penting bagaimana kami mendefinisikan persoalan korupsi ini dengan baik,” kata Irman di kepada wartawan di ruang sidang Kusumah Atmadja I, PN Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

Namun demikian, Irman tetap menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakart Dia berharap, kasus korupsi yang menimpanya bisa dijadikan pelajaran.

“Saya juga mohon maaf kalau ada yang salah dan mudah-mudahan semuanya bisa menjadi pembelajaran bagi saya,”  ucap Irman lesu.

Dalam kasus ini, Irman yang terkena OTT KPK terbukti menerima suap Rp 100 juta di rumahnya dari pasangan suami istri Xaveriandy Sutanto dan Memi pada 16 September 2016.

Sebelumnya Memi telah lebih dahulu menelepon Irman soal kelangkaan gula di Provinsi Sumatera Barat. 

Irman kemudian menghubungi Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti pada 22 Juli 2016 atau beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Irman merekomendasikan Memi sebagai pengusaha yang bisa membantu mendistribusikan gula impor milik Bulog.

Djarot lantas meminta Kadivre Bulog Sumbar Benhur Ngkaimi untuk menindaklanjuti permintaan Irman. Akhirnya disepakati Memi mendapat jatah pembelian 1.000 ton dari 3.000 ton yang diminta. 

( Kar / Deb )

Komentar