01:31:33 WIB
Senin, 29 Mei 2017
Jum'at, 21 April 2017 , 20:21 WIB

Dahlan Iskan Divonis 2 Tahun Penjara

Karina Utami
83175-Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dengan rompi tahanan berwarna merah digelandang ke mobil tahanan (Foto: Ist)
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dengan rompi tahanan berwarna merah digelandang ke mobil tahanan (Foto: Ist)

Menurut hakim, terdakwa bersalah karena tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar sewaktu menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Wira Usaha sehingga harga aset terjual di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Sidoarjo, Jaringnews.com - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jumat (21/4/2017) hari ini memvonis Dahlan Iskan hukuman dua tahun penjara dalam bentuk penahanan kota dan denda Rp100 juta subsider dua bulan penjara.

Seperti yang dikutip dari Antara, Majelis hakim yang diketuai oleh M Tahsin menyatakan, Dahlan terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama terkait pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur.

Menurut hakim, terdakwa bersalah karena tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar sewaktu menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Wira Usaha sehingga harga aset terjual di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, dan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Vonis hukuman terhadap Dahlan Iskan lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa yakni hukuman penjara enam tahun, denda Rp750 juta subsidair enam bulan kurungan, dan mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp4,1 milyar subsidair tiga tahun penjara.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengusut pelepasan aset PT PWU pada 2015 karena menduga pelepasan 33 aset milik PWU bermasalah. Namun penyidik masih fokus menangani perkara pelepasan dua aset PWU di Kediri dan Tulungagung.

Penjualan aset itu dilakukan tahun 2003, saat Dahlan menjadi Direktur Utama PT PWU periode 2000-2010.

Dahlan menyatakan akan mengajukan banding terhadap putusan hakim tersebut.

“Ini mungkin kebodohan saya yang bersemangat untuk mengabdi. Sesuai dengan keputusan tim pengacara saya akan melakukan banding,” katanya.

( Kar / Deb )

Komentar