02:49:35 WIB
Kamis, 25 Mei 2017
Selasa, 24 Januari 2017 , 17:25 WIB

Ditinggalkan Amerika Serikat, TPP Kini Rayu China Bergabung

Johannes Sutanto de Britto
81638-Anggota TPP
Anggota TPP

Padahal, perjanjian yang ditandatangani tahun lalu itu dipandang sebagai counter untuk pengaruh ekonomi China yang meningkat, tetapi belum diberlakukan.

SYDNEY, Jaringnews.com - Australia kini bekerja keras untuk menyusun kembali Kemitraan Trans-Pasifik tanpa AS dan membuka pintu bagi Cina untuk mendaftar setelah Presiden Donald Trump hengkang dari pakta perdagangan ini.

Kesepakatan termasuk selusin negara Asia-Pasifik yang bersama-sama meliputi 40 persen dari ekonomi global ditinggalkan Pesiden Donald Trump. Ia mengatakan telah keluar dari TPP.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan pemerintahnya berada di "diskusi aktif" dengan negara-negara TPP lainnya, termasuk Jepang, Selandia Baru dan Singapura, tentang bagaimana untuk menyelamatkan perjanjian.

"Ada kemungkinan bahwa kebijakan AS bisa berubah dari waktu ke waktu seperti yang telah dilakukan terkait transaksi perdagangan lainnya," kata Turnbull di Canberra.

"Ada juga kesempatan agar TPP dilanjutkan tanpa Amerika Serikat," tambahnya.

"Tentu saja ada potensi bagi Cina untuk bergabung dengan TPP."

Perjanjian yang ditandatangani tahun lalu itu dipandang sebagai counter untuk pengaruh ekonomi China yang meningkat, tetapi belum diberlakukan.

Menteri Perdagangan Steven Ciobo mengatakan Australia, Kanada, Meksiko dan lain-lain telah meneliti konsep "TPP minus satu" saat di Davos.

"Akan ada ruang untuk Cina, jika kita mampu merumuskan itu menjadi TPP 12 minus satu untuk negara-negara seperti Indonesia atau China atau memang negara lain untuk bergabung," katanya kepada Australian Broadcasting Corporation.

( Deb / Deb )

Komentar