11:47:47 WIB
Jum'at, 28 Juli 2017
Kamis, 20 April 2017 , 08:32 WIB

Berbeda dengan Obama, Rezim Trump Ingin Arab Saudi Kuat

Johannes Sutanto de Britto
83143-Arab Saudi
Arab Saudi

Para pemimpin Arab merasa Obama enggan untuk terlibat dalam perang sipil di Suriah dan condong ke Iran.

RIYADH, Jaringnews.com - Amerika Serikat ingin melihat Arab Saudi kuat, demikian dikatakan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis selama pembicaraan dengan Arab Saudi dengan tujuan menghidupkan kembali aliansi Riyadh-Washington.

Pertemuan Mattis dengan pejabat tinggi di ibukota Saudi juga mengisyaratkan bahwa Presiden Donald Trump bisa mengunjungi kerajaan.

"Ini adalah kepentingan kami untuk melihat Arab Saudikuat," kata Mattis pada awal pembicaraan dengan Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman selaku Menteri Pertahanan.

"Apa yang bisa kita lakukan di sini hari ini benar-benar bisa membuka pintu kemungkinan untuk membawa presiden kita ke Arab Saudi," kata Mattis.

Mattis, seorang pensiunan jenderal marinir bintang empat, sebelumnya bertemu Raja Salman Al-Yamama Palace di Riyadh, dimana ia mengatakan kepada raja: "Ini baik untuk kembali."

Mattis sendiri pernah memerintahkan invasi Irak 2003. Sejauh ini, Amerika Serikat dan Arab Saudi memiliki hubungan puluhan tahun berdasarkan pertukaran keamanan dan minyak.

Namun hubungan antara Riyadh dan Washington menjadi semakin compang-camping selama pemerintahan Presiden Barack Obama.

Para pemimpin Arab merasa Obama enggan untuk terlibat dalam perang sipil di Suriah dan condong ke Iran.

Kerajaan Muslim Sunni ini "merasa terpinggirkan" selama negosiasi internasional tentang perjanjian nuklir dengan Syiah Iran.

( Deb / Deb )

Komentar