06:52 WIB
Kamis, 23 Oktober 2014
Jumat, 15 Maret 2013 09:44 WIB

Intelijen Israel Yakin Assad Segera Gunakan Senjata Kimia

Johannes Sutanto de Britto
Senjata kimia (Foto:Ist)
Senjata kimia (Foto:Ist)

Runtuhnya Assad akan membahayakan sekutunya yaitu Iran dan Hizbullah Lebanon.

YERUSALEM, Jaringnews.com - Kepala intelijen militer Israel meyakini bahwa rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad akan segera menggunakan senjata kimia untuk memerangi pemberontak.

Berbicara pada Konferensi Tahunan Herzliya Israel yang mengupas tentang keamanan dan kebijakan Israel, Mayor Jenderal Avi Kohavi mengatakan Assad masih mengendalikan persediaan senjata kimianya yang dikhawatirkan negara Yahudi bisa jatuh ke tangan militan.

"Assad membuat persiapan terlebih dahulu untuk menggunakan senjata kimia. Dia tidak memberikan perintah, tapi sedang mempersiapkan untuk itu," katanya sambil menekankan bahwa pemimpin Suriah masih mengendalikan stok kimia di Damaskus di perangkat keras militer dan angkatan udara.

Sementara itu Kepala Militer Israel Benny Gantz memperingatkan bahwa kelompok yang berjuang bersama gerilyawan dan disebut "teroris" oleh rezim dan berusaha menjatuhkan rezim Assad itu kini menjadi lebih kuat.

"Situasi di Suriah telah menjadi sangat berbahaya. Organisasi-organisasi teroris menjadi lebih kuat. Sekarang mereka berperang melawan Assad, tapi di masa depan mereka bisa berbalik melawan kami," kata Gantz.

Beberapa kelompok Islam radikal telah bergabung dalam pemberontakan dua tahun melawan Assad. Yang paling menonjol adalah Al-Nusra.

Kohavi lantas menyatakan bahwa runtuhnya Assad akan membahayakan sekutunya, Iran dan Hizbullah Lebanon.

Ketika Assad jatuh, Iran akan kehilangan kemampuan untuk mentransfer senjata melalui Suriah pada Hizbullah.

"Iran dan Hizbullah sama-sama membantu rezim Assad. Mereka mendukung operasional Assad di lapangan, dengan konsultasi strategis, intelijen dan senjata," kata Kepala Intelijen.

"Mereka membangun tentara yang dilatih oleh Hizbullah dan dibiayai oleh Iran. Saat ini jumlahnya mencapai 50.000 laki-laki dan akan meningkat menjadi 100.000." katanya.

"Iran dan Hizbullah juga mempersiapkan untuk hari setelah kejatuhan Assad. Ketika mereka akan menggunakan pasukan ini untuk melindungi aset mereka di Suriah."

(Deb / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini