04:41 WIB
Jumat, 25 April 2014
Senin, 31 Desember 2012 15:29 WIB

Lakhdar Brahimi; Situasi Suriah Kian Memburuk

Syahrial Mayus
Lakhdar Brahimi (Foto - Voa)
Lakhdar Brahimi (Foto - Voa)

Hanya ada dua pilihan di Suriah: pemecahan politik atau kehancuran

KAIRO, Jaringnews.com - Sementara utusan PBB Lakhdar Brahimi mengulangi peringatan kepada masyarakat internasional bahwa Suriah akan menghadapi pertumpahan darah lebih parah, dalam waktu yang bersamaan situasi politik di negara yang dilanada perang saudara itu malah semakin mencekam pada Minggu (30/12)

Lakhdar Brahimi mengatakan, "situasinya sangat buruk, dan bisa jadi lebih gawat lagi. Lebih dari 100.000 warga Suriah bisa tewas apabila konflik berkecamuk setahun lagi", ujarnya berbicara kepada wartawan di Kairo, Mesir, seperti dikutip dari Voa Voice of America (31/12)
 
Brahimi menekankan, satu-satunya pemecahan atas konflik itu adalah penyelesaian politik di antara pihak-pihak yang berseteru.
 
Hanya ada dua pilihan di Suriah: pemecahan politik atau kehancuran. Ia memperingatkan, Suriah tidak akan terpecah menjadi negara-negara kecil seperti yang terjadi di Yugoslavia, tetapi akan menjadi negara-negara kecil yang saling berperang seperti di Somalia.
 
Media Arab mengatakan, lebih dari 350 orang dilaporkan tewas Sabtu (30/12). Kawasan Deir-al-Balbah yang mayoritas berpenduduk Sunni dan merupakan medan pertempuran utama di kota Homs direbut lagi oleh pasukan pemerintah Suriah setelah menewaskan banyak orang.
 
Di lain tempat, pasukan pemerintah telah menarik satuan-satuan elit dari beberapa wilayah pinggiran Damaskus, meninggalkan wilayah itu di tangan pemberontak. Kelompok pemberontak juga berhasil mendekat ke dua bandara internasional Suriah di Damaskus dan Aleppo.
 
Guru Besar Politik Universitas Amerika di Beirut Hilal Khashan mengatakan pasukan Presiden Bashar al-Assad nampaknya meninggalkan wilayah-wilayah dekat Damaskus. Ia mengatakan pasukan itu mundur ke wilayah kantong di pesisir yang dipadati minoritas Alawit, suku Presiden Assad.

Kata Khashan, "Hezbollah dan pasukan pro-Alawit membangun kekuasaan di Bekaa, Lebanon utara, dan pinggiran Homs akan menjadi batas wilayah otonomi suku Alawit," ucapnya.

"Pada Sabtu, mereka menyerbu sebuah wilayah di kawasan Homs, jadi jelas rezim itu memusatkan perhatian pada wilayah kantong Alawit. Mereka sudah menarik mundur tujuh pasukan elit dari wilayah Damaskus untuk melancarkan perang terakhir di sana," paparnya.
 
Khashan mengatakan Rusia, Iran, dan Hezbollah membantu Presiden Assad membangun zona otonomi Alawit, di sepanjang pesisir Suriah. Sebagai imbalannya, ujarnya, Rusia berharap bisa mempertahankan pangkalan angkatan lautnya di kota pelabuhan Tartous.

Konflik di Suriah terhitung telah berlangsung sejak 21 bulan yang lalu, Hingga kini perang masih berkecamuk dan belum ada titik penyelesainnya.
 

(Mys / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini