10:42 WIB
Kamis, 23 Oktober 2014
Sabtu, 30 Juni 2012 12:23 WIB

Polemik Sebutan "Myanmar vs Burma"

Johannes Sutanto de Britto
Aung San Suu Kyi di Thailand (Foto: Getty Images)
Aung San Suu Kyi di Thailand (Foto: Getty Images)

Pemerintah Myanmar menegur Suu Kyi.

YANGON, Jaringnews.com - Diduga terus menyebut Myanmar dengan sebutan Burma selama lawatannya ke Eropa yang mendapatkan perhatian berbagai media internasional, Suu Kyi ditegur oleh pemerintah Myanmar.  Tidak hanya saat di Eropa, dia juga menggunakan Burma ketika berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Thailand pada tanggal 1 Juni, yang tampaknya membuat pemerintah tersinggung.

Pemerintah Myanmar menegaskan bahwa seperti sudah tertulis dalam konstitusi, negara ini disebut sebagai Republik Persatuan Myanmar dan tidak ada yang berhak menyebutnya Burma.

Pemerintah Myanmar dengan tegas meminta kepada pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, tidak lagi menyebut Myanmar dengan sebutan Burma. Pemerintah beralasan, nama Burma telah diganti Myanmar sejak 1989. Sejak itu nama Myanmar resmi dipakai secara luas.

Sayangnya, kelompok-kelompok oposisi menolak menggunakan Myanmar dan tetap menyebutnya dengan nama Burma. Mereka punya alasan tersendiri yaitu sebagai tanda perlawanan terhadap rezim militer. Hingga kini, sejumlah negara dan organisasi media di negara-negara Barat juga tetap menggunakan Burma. Sementara itu, organisasi internasional, seperti PBB dan ASEAN, sepakat menggunakan nama Myanmar.

Juru bicara Partai Liga Nasional Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi, Nyan Win, menegaskan bahwa penyebutan Burma tidak bermaksud melecehkan konstitusi.

(Deb / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini