01:38:56 WIB
Senin, 29 Mei 2017
Selasa, 25 April 2017 , 12:06 WIB

Sudan Marah Sudan Selatan Rangkul Pemberontak

Johannes Sutanto de Britto
83244-Militer Sudan Selatan (Foto: WMA)
Militer Sudan Selatan (Foto: WMA)

Kelompok Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan Utara (SPLM-N)  memerangi pasukan Khartoum di negara bagian Blue Nile dan South Kordofan.

KHARTOUM, Jaringnews.com - Badan Keamanan Sudan yang berkuasa menuduh Sudan Selatan yang telah memisahkan diri melakukan pembicaraan dengan pemberontak yang melawan pasukan Khartoum di dua negara bagian selatan dengan tujuan untuk "memperluas perang" di sana.

Dalam sebuah pernyataan, National Intelligence and Security Service (NISS) mengatakan bahwa Presiden Sudan Selatan Salwa Kiir, wakilnya Taban Deng dan komandan tertinggi tentara mengadakan pertemuan minggu lalu dengan kelompok pemberontak SPLM-N.

Kelompok Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan Utara (SPLM-N)  memerangi pasukan Khartoum di negara bagian Blue Nile dan South Kordofan.

"Pertemuan ini bertujuan untuk memperluas perang di Sudan," kata NISS.

"Sudan Selatan terus menjadi tuan rumah pemberontak Sudan."

Sebagai bagian dari kebijakan ini, Kiir dan Deng mengadakan pertemuan "intensif" dengan SPLM-N di Juba.

"Kami memperingatkan pemerintah Sudan Selatan untuk berhenti melakukan intervensi dalam urusan Sudan," kata NISS.

Ini sangat bertentangan dengan kebijakan Sudan Selatan, apalagi ada bantuan kemanusiaan Khartoum kepada ratusan ribu pengungsi Sudan Selatan yang telah melarikan diri dari perang dan kelaparan di negara mereka sendiri.

"Sementara Sudan telah membuka perbatasannya dengan warga Sudan Selatan, pemerintah Sudan Selatan menanggapi dengan merangkul pemberontak Sudan," kata NISS.

Pejabat itu mengatakan bahwa selama kunjungannya ke Khartoum pada bulan September, Deng telah memberikan jaminan bahwa Juba akan mengusir pemberontak yang memerangi pasukan Sudan.

( Deb / Deb )

Komentar