12:22:33 WIB
Minggu, 25 Juni 2017
Jum'at, 24 Maret 2017 , 14:34 WIB

Enam Tahun Merdeka, Kelaparan Ancam Sudan Selatan

Johannes Sutanto de Britto
82672-Pengungsi di Sudan Selatan
Pengungsi di Sudan Selatan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan meskipun sudah ada  alarm oleh PBB dan masyarakat internasional atas krisis ini, pemerintah Sudan Selatan belum mengungkapkan kekhawatirannya dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mengatasi penderitaan rakyatnya.

NEW YORK, Jaringnews.com - Dewan Keamanan PBB menyuarakan alarm kelaparan serius terkait krisis kemanusiaan yang semakin membesar di Sudan Selatan di tengan wacana Amerika Serikat, Inggris dan Perancis menaikkan lagi sanksi dan embargo senjata.

Serangan terhadap misi kemanusiaan PBB, pemerkosaan serial, perekrutan tentara anak dan kelaparan makin memprihatinkan di Sudan Selatan.

Krisis kemanusiaan enam tahun setelah kemerdekaan menghancurkan semua optimisme yang menyertai kelahiran Sudan Selatan oleh perpecahan internal, persaingan dan perilaku yang tidak bertanggung jawab dari beberapa pemimpinnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan meskipun sudah ada  alarm oleh PBB dan masyarakat internasional atas krisis ini, pemerintah Sudan Selatan belum mengungkapkan kekhawatirannya dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mengatasi penderitaan rakyatnya.

Sekjen PBB mengecam penolakan oleh para pimpinan yang senyatanya mengakui adanya krisis namun enggan untuk mengakhirinya.

Sementara kekhawatiran tentang pertempuran terus berlanjut, kekejaman dan krisis kemanusiaan makin merajalela.

Dewan Keamanan pun memaksa pasukan Presiden Salva Kiir dan orang-orang bersama saingannya Riek Machar untuk memulihkan gencatan senjata dan mengedepankan politik dialog di bawah perjanjian damai 2015.

Amerika Serikat, yang berhasil mendorong embargo senjata pada bulan Desember, kemungkinan meningkatkan sanksinya yang kini didukung oleh Inggris dan Perancis.

"Kami marah dengan peristiwa berlangsung di Sudan Selatan," kata Michele Sison, wakil perwakilan AS untuk PBB. Amerika Serikat telah mendukung kemerdekaan negara itu dari Sudan pada tahun 2011.

"Kami telah memberikan peringatan setelah peringatan tentang prospek kekejaman massal masa depan," katanya.

( Deb / Deb )

Komentar