12:08:25 WIB
Minggu, 25 Juni 2017
Selasa, 28 Februari 2017 , 13:38 WIB

Senegal Mulai Kepincut Kereta Api Buatan Indonesia

Johannes Sutanto de Britto
82242-Menteri Mansour Elimane Kane dan Dubes Mansyur Pangeran (Foto: KBRI Dakar)
Menteri Mansour Elimane Kane dan Dubes Mansyur Pangeran (Foto: KBRI Dakar)

Perusahaan BUMN PT. INKA yang memproduksi Kereta Api Rel Diesel Elektronik (KRDE) dan telah mengekspor ke beberapa negara Asia: Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Australia.

DAKAR, Jaringnews.com - Pemerintah Senegal merencanakan pembangunan jalur kereta api reguler Dakar-Tambacounda dan Dakar-Saint Louis dengan jarak mencapai 750 km, juga jalan tol yang menghubungkan antara Mbour-Kaolack dan Kaolack-Tambacounda dengan jarak 400 km.

Terkait rencana ini, Senegal yang sedang gencar membangun infrastruktur transportasinya ingin menjajaki kerja sama pembangunan jalan tol dan perkeretaapian dengan Indonesia.

Keinginan ini diungkapkan Menteri Infrastruktur, Transportasi Darat dan Pembukaan Lahan Senegal Mansour Elimane Kane saat bertemu Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran pada 23 Februari 2017 lalu.

Untuk menjajaki kerjasama di bidang pembangunan perkeretaapian Senegal, Dubes Mansyur Pangeran mempromosikan Perusahaan BUMN PT. INKA yang memproduksi Kereta Api Rel Diesel Elektronik (KRDE) dan telah diekspor ke beberapa negara Asia, antara lain: Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Australia.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Mansyur Panegran menawarkan kepada Menteri Mansour Kane kemungkinan pihak Senegal dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk menggunakan produk kereta api PT. INKA dalam membangun sektor perkeretaapian di Senegal. 

Selain itu, Dubes Mansyur Pangeran juga mempromosikan dua perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi pembangunan jalan tol, yaitu PT. Wijaya Karya (WIKA) dan PT. Waskita Karya. Dubes RI juga menyampaikan mengenai adanya skema pendanaan dari Bank Exim untuk pembiayaan dan pembelian produk industri strategis Indonesia.

Menteri Mansour Kane menyambut baik usulan Dubes RI dan ingin menjajaki kerja sama dengan PT. INKA untuk mendukung proyek perkeretaapian di Senegal yang sedang dalam tahap perencanaan pembangunan melalui skema pendanaan dari Bank Exim. Lebih jauh, Menteri Mansour Kane menyatakan bahwa sekiranya skema pendanaan telah sesuai secara prinsip, ia akan berkunjung ke Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait bulan depan (Maret).

( Deb / Deb )

Komentar