01:43:26 WIB
Rabu, 24 Mei 2017
Kamis, 09 Februari 2017 , 06:49 WIB

Nilai Perdagangan Anjlok, Indonesia-Mozambik Revitalisasi Kerjasama Ekonomi

Johannes Sutanto de Britto
81911-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi (Jaringnews/Johannes Sutanto de Britto)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi (Jaringnews/Johannes Sutanto de Britto)

Pada 2016 perdagangan kedua negara turun menjadi USD 34 juta dari nilai perdagangan USD 106 juta di tahun sebelumnya.

MAPUTO, Jaringnews.com - Menlu RI Retno Marsudi melakukan serangkaian pertemuan bilateral di Maputo Mozambik dengan Presiden, Perdana Menteri dan Menlu Mozambik. 

"Kunjungan saya ke Mozambik ini, selain sebagai utusan khusus Presiden RI untuk menyerahkan undangan KTT IORA juga untuk merevitalisasi kerja sama ekonomi Indonesia- Mozambik," tutur Menlu RI kepada Presiden Mozambik Filipe Jacinto Nyusi, di Maputo.

Kunjungan ini jelas memiliki makna yang signifikan, mengingat kunjungan terakhir Menlu RI ke Mozambik adalah pada tahun 2004. Pada kunjungan kali ini Menlu Retno membawa sejumlah pengusaha di bidang industri strategis dan perbankan, termasuk KADIN RI. 
Kehadiran sektor perbankan pada kunjungan ini memberikan solusi konkret terhadap salah satu kendala utama hubungan ekonomi dengan negara-negara Afrika, yaitu pendanaan kerjasama perdagangan. 

"Kerja sama ekonomi Indonesia dan Mozambik belum menunjukkan potensi yang dimiliki oleh kedua negara," ucap Menlu RI.

Pembahasan baik dengan PM maupun Menlu Mozambik, memfokuskan kepada  tujuh area prioritas kerjasama ekonomi konkret Indonesia-Mozambik yang diusulkan Menlu RI. 

Pertama, kerja sama disektor energi, dimana Indonesia mengharapkan dapat diberikan akses lebih besar pada sektor energi  Mozambik. Saat ini, terdapat 2 perusahaan Indonesia yang sudah berinvestasi di sektor energi, dan mengharapkan agar kedua perusahaan tersebut terus mendapat didukung untuk melakukan ekspansis operasi di Mozambik.

Kedua, Menlu RI menyoroti pentingnya untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang cenderung menurun dalam 3 tahun terakhir. "Kita harus ambil langkah sungguh sungguh untuk mengurangi berbagai hambatan dalam perdagangan kedua negara kita termasuk terkait tarif," tutur Menlu RI.

Ketiga, Menlu RI terus mendorong upaya perluasan pasar produk-produk Indonesia di Mozambik. Di bidang industri strategis, telah terdapat minat pembelian sejumlah kendaraan lapis baja Anoa dan kapal Fast Attack Missiles oleh Mozambik. Minat tersebut diharapkan dapat segera terealisasi. 

Keempat, sama halnya dengan industri strategis, Menlu RI dalam kesempatan tersebut juga menawarkan produk gerbong kereta api Indonesia yang sebelumnya telah berhasil menembus pasar Bangladesh. "Kualitas gerbong kereta api Indonesia sangat baik, yang dapat mendukung program pembangunan sistem transportasi kereta api Mozambik," ucap Menlu RI.

Kelima, Menlu RI juga menyampaikan kesiapan  Indonesia untuk kerja sama dengan Mozambik di sektor security documents, termasuk percetakan uang. 

Keenam, Menlu RI mengusulkan kerja sama terkait dengan perdagangan kapas yang juga memiliki potensi signifikan. Indonesia menawarkan mekanisme forward processing untuk komoditas kapas di Mozambik. "Mekanisme tersebut dapat menjadi langkah awal bagi investasi sektor kapas dan tekstil Indonesia di Mozambik," sebut Menlu RI. 

Ketujuh, Menlu RI juga menyampaikan minat Indonesia juga untuk mengimpor beberapa bahan baku dari Mozambik untuk produksi nasional, seperti tembakau dan berbagai jenis kacang.

Mozambik merupakan salah satu mitra perdagangan utama RI di Afrika. Pada periode Januari-Oktober 2016, perdagangan kedua negara turun menjadi USD 34 juta dari nilai perdagangan USD 106 juta di tahun sebelumnya.

( Deb / Deb )

Komentar