12:07:35 WIB
Minggu, 25 Juni 2017
Sabtu, 30 Juli 2016 , 17:52 WIB

DK PBB Perpanjang Misi Perdamaiannya di Sudan Selatan yang Belum Stabil

Widyastuti Padmarini
78091-Militer Sudan Selatan (Foto: WMA)
Militer Sudan Selatan (Foto: WMA)

Pertempuran antar pendukung Kiir dan Machar dikabarkan turut menggunakan tank dan helikopter, menyerang ibukota Sudan Selatan, Juba selama beberapa hari pada bulan ini.

NEW YORK, Jaringnews.com - DK PBB resmi memperpanjang misi perdamaiannya di Sudan Selatan hingga 12 Agustus mendatang. PBB berdalih, Amerika Serikat sempat menerima "laporan cukup mengganggu" mengenai aksi kekerasan terbaru di wilayah tersebut.

Sebelumnya, misi perdamaian ditetapkan berakhir pada Minggu esok, tetapi 15 negara anggota DK-PBB secara tertutup memberi perpanjangan singkat seraya mempertimbangkan pengiriman lebih banyak pasukan dan embargo senjata untuk negara terbaru di dunia itu.

Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power mengungkap di depan negara anggota DK sebelum pungutan suara, kekerasan "yang mengerikan" di Juba sayangnya tak sempat diantisipasi sebelumnya lantaran para pemimpin negara tak dapat bekerjasama dengan rakyat.

"Kami telah menerima laporan cukup mengganggu terkait sejumlah kekerasan di Equatoras, bagian selatan di Sudan Selatan, sehingga kita pada pekan ini mesti mewaspadainya karena kemungkinan insiden itu dapat meluas dan sulit dikontrol," terang Power.

Diketahui, perang saudara pecah setelah Presiden Salva Kiir memecat wakil presidennya, Riek Machar pada 2013. Meski demikian keduanya sempat menyepakati perjanjian damai Agustus lalu, tetapi penerapannya cukup lambat.

Pertempuran antar pendukung Kiir dan Machar dikabarkan turut menggunakan tank dan helikopter, menyerang ibukota Sudan Selatan, Juba selama beberapa hari pada bulan ini.

Setidaknya 272 warga terbunuh sebelum akhirnya masing-masing pemimpin memerintahkan gencatan senjata.

( Wid / Deb )

Komentar