21:35 WIB
Rabu, 20 Agustus 2014
Rabu, 1 Agustus 2012 13:42 WIB

Donor ASI, Keuntungan dan Kerugiannya

Syahrial Mayus
Dr. Elizabet Yohmi, Sp.A IBCLC dalam Seminar Media  tentang ASI di kantor Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta (1/8). (Foto - Syahrial Mayus)
Dr. Elizabet Yohmi, Sp.A IBCLC dalam Seminar Media tentang ASI di kantor Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta (1/8). (Foto - Syahrial Mayus)

Donor jangan sampai dilakukan dalam jangka panjang

JAKARTA, Jaringnews.com - ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan alamiah terbaik untuk bayi. Namun ada beberapa keadaan ibu tidak bisa menyusui. Disinilah berfungsinya ASI Donor.

Hal ini dikupas dalam 'Seminar Media Tentang ASI' di Kantor Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Jakarta, Rabu (1/8).  Hadir antara lain Dr. Minarto, MPS (Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI). Dr. Elizabeth Yohyi, SpA, IBCLC (Satgas ASI IDAI). DR. Rosalina Dewi Roslani.Sp.A (Satgas ASI IDAI), Dr. Badriul Hegar,Phd,Sp.AK dan moderator Dr. Igan Partiwi Sp.A, MARS. Selain itu, hadir Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto.

Minarto mengatakan, "Kementerian Kesehatan akan bekerjasama dengan MUI dan pihak terkait lainnya untuk membahas tentang regulasi seputar Bank ASI di Indonesia", ucapnya.

Senada dengan Minarto, Badrial Hegar mengatakan, "Mengingat banyak hal yang musti diperhatikan misalkan agama pendonor dan penerima donor. Apalagi dalam agama dilarang menikah dengan saudara sesusuan, oleh sebab itu pemerintah harus membuat aturan yang jelas tentang aturan Donor ASI", ucap Hegar

Rasalina Dewi Roslani Mengucapkan "Kentungan dari donor ASI adalah IQ anak akan naik", ujarya

Lebih jauh disampaikan "Setiap donasi ASI tentu aja ada syaratnya. Ibu-ibu pendonor tentu aja harus sehat jasmani rohani. Selain itu, tentu aja ada pantangan. Donor bukanlah peminum dan pemadat. Mereka juga bukan ibu yang beresiko terkena penyakit Hepatitis B, C, HIV, HTLV tipe 2, Herpes simplek tipe 1, Rubella, Varicella, West Nile Virus, bakteri", tambah Rosi panggilan akrab Rosalina D Roslani.

"Di Amerika, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC USA) tidak merekomendasikan pemberian donor ASI yang tidak melalui skrining", imbuh Rosi.

"Donor jangan sampai dilakukan dalam jangka panjang, donor hanya dalam jangka pendek", kata Mia Sutanto.

"Mengingat saat ini banyak sekali salah kaprah penanganan kesehatan bayi pada situasi darurat, misalnya terjadi bencana dan lain-lain, dengan memberikan susu formula dan makanan instan yang belum tentu tepat dengan situasi darurat tersebut, mengingat keterbatasan air bersih, peralatan sanitasi dan tempat penyimpanan yang memadai. Alih - alih terselamatkan, banyak bayi yang akhirnya menderita sakit karena makanan ini", tambah Mia

Mengingat sosialisasi manfaat ASI yang masih kurang di Indonesia, AIMI sebagai satu satunya organisasi yang beranggotakan ibu ibu yang memiliki visi dan misi untuk mendukung ibu ibu lainnya agar sukses menyusui, berusaha memanfaatkan moment khusus ini sebaik baiknya untuk lebih menyosialisasikan ASI dengan lebih luas.

 

(Mys / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari