05:50:55 WIB
Jum'at, 21 Juli 2017
Sabtu, 11 Maret 2017 , 12:24 WIB

Warga NU Paling Banyak Terkena TB

Chandra Harimurti
82444-KI-KA: Hisyam S. Budairi, Bina Suhendra, Said Aqil Siroj, Arifin Panigoro dan Lakish Hatalkar (Foto: Ist)
KI-KA: Hisyam S. Budairi, Bina Suhendra, Said Aqil Siroj, Arifin Panigoro dan Lakish Hatalkar (Foto: Ist)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, mengakui Sebagian besar yang terkena TB di Indonesia pasti warga NU yang tinggal di tingkat bawah grass root. 

JAKARTA, Jaringnews.com - Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia Arifin Panigoro menegaskan TB merupakan penyakit lama yang sampai saat ini belum berhasil ditangani dengan baik. Laporan terbaru WHO 2016, menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia.

"Kerja penanggulangan TB tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja maka perlu upaya kerjasama dengan masyarakat, misalnya Aisiyah maupun Nahdatul Ulama. TB perlu ditanggulangi bersama dengan berbagai elemen masyarakat," tandasnya di acara diskusi bertajuk Rekomendasi Koalisi (Industri, LSM, Penyedia Layanan Kesehatan Masyarakat) untuk Mendukung Upaya Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia di Kantor PBNU Jakarta pekan ini.

Ia pun berpendapat, karena korban utama TB adalah masyarakat miskin maka yang perlu diatasi adalah masalah kemiskinan, dimana sebagian besar di antaranya merupakan warga NU.

Menanggapi hal ini Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, mengakui Sebagian besar yang terkena TB di Indonesia pasti warga NU yang tinggal di tingkat bawah grass root. 

"Bergembira ada FSTPI yang berjuang untuk  TB, yang sebagian warga NU, sebanyak 91,4 juta orang (hasil survei LSI). Organisasi tidak berguna jika tidak mampu mengatasi kemiskinan, berjuang untuk kebaikan  dan membangun masyarakat yang sehat," tandasnya.

Ia pun menegaskan PBNU siap bekerja keras dengan Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI).

( Chm / Deb )

Komentar