12:24:32 WIB
Minggu, 25 Juni 2017
Selasa, 04 Oktober 2016 , 06:15 WIB

Wow, Lendir Lele Bisa Jadi Obat Luka Penderita Diabetes

Johannes Sutanto de Britto
79468-Dua mahasiswa UGM penemu salep untuk luka penderita diabetes dari lebdir lele (Foto: Humas UGM
Dua mahasiswa UGM penemu salep untuk luka penderita diabetes dari lebdir lele (Foto: Humas UGM

Proses pembuatan salep dilakukan dengan mengambil lendir bagian punggung lele berumur 4-6 bulan kemudian disentrifugasi. Setelah itu lendir yang diperoleh dicampur dengan Poly Ethylen Glycon (PEG)

YOGYAKARTA, Jaringnews.com - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan alternatif obat luka bagi mereka yang kena diabetes. Jangan sepelekan lendir lele karena kini dapat digunakan sebagai obat. Di tangan mereka ini lendir lele dimanfaatkan sebagai obat luka penderita diabetes.

Joshua Alif Wendy, Dion Adiriesta Dewanda, Megaria Ardiani, Utami Tri Khasanah dan Raden Mas Ravi Hadyan menemuka salep lendir lele. Mereka menemukan dalam lendir atau mukus lele mengandung senyawa-senyawa protein aktif berupa Antimicrobial Peptides(AMPs). Senyawa ini memiliki potensi untuk menyembuhkan luka karena memiliki aktivitas bakterisidal yang kuat untuk membunuh bakteri-bakteri patogen.

“Ikan lele dikenal sebagai ikan air tawar yang punya mekanisme imunitas kompleks. Meski hidup di lingkungan air tercemar penuh bakteri patogen, tetapi jarang mengalami infeksi karena imunitas non spesifiknya berupa lendir pada kulit,” tegas Revi.

Mereka pun meneliti lebih mendalam manfaat lendir lele untuk pengobatan luka kronis diabetes, terutama bagi penderita diabetes yang telah terinfeksi bakteri Methicillin Resistant Staphylococus aerus (MRSA). 

Diketahui, MRSA adalah bakteri pathogen yang resisten terhadap berbagai jenis antibiotik dan menjadi penyebab utama luka infeksi kronis penderita diabetes.

“Kita manfaatkan lendir lele yang murah dan ketersediaannya cukup tinggi di Indonesia sebagai produk salep untuk obat luka infeksi kronis penderita diabetes,” tegasnya.

Proses pembuatan salep dilakukan dengan mengambil lendir bagian punggung lele berumur 4-6 bulan kemudian disentrifugasi. Setelah itu lendir yang diperoleh dicampur dengan Poly Ethylen Glycon (PEG). Hasil campuran bahan-bahan tersebut menghasilkan salep yang diberi nama dengan Super Clariac Biomimicry Helaing Agent atau disebut dengan SCRIAC-BIOLINGENT.

Utami menambahkan salep tersebut selanjutnya diujicobakan pada tikus dan hasilnya efektif untuk mengobati luka penderita diabetes. Awalnya, tikus diinduksi diabetes tipe 2. Selanjutnya, tikus dianestesi dan dilukai pada bagian punggung.

Selama 15 hari, luka pada tikus diolesi salep setiap pagi dan sore. Hasilnya menunjukkan salep modifikasi lendir lele memberikan efek penyembuhan yang lebih baik.

“Tikus yang diberi salep lendir lele bisa sembuh lebih cepat dibandingkan dengan salep anti bakteri di pasaran,” jelasnya.

Utami menambahkan penelitian ini membuktikan bahwa lendir lele memiliki aktivitas anti bakteri terhadap bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik. Karenanya, salep ini potensial untuk digunakan sebagai obat luka penderita diabetes.

( Deb / Deb )

Komentar