12:25:25 WIB
Minggu, 25 Juni 2017
Selasa, 15 Maret 2016 , 07:32 WIB

Mengulik Kegunaan Tabung Chamber

Luska Mujidayanti
75587-Tabung Chamber
Tabung Chamber

Ruangan chamber sendiri berbentuk sebuah tabung yang muat diisi empat orang. Tabung tersebut kira-kira memiliki luas 3×4 meter.

JAKARTA, Jaringnews.com - Mantan Kadiv Humas Polri Irjen (Purn) Abubakar Nataprawira, Ketua PB PGRI Sulistyo, Edi Suwandi, dan Dokter Dimas adalah pasien yang tewas di Rumah Sakit Dr Muntoharjo Angkata Laut, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (14/3) sekira pukul 13.00 WIB.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksma M Zainuddin mengatakan, titik kebakaran terjadi di ruang tabung chamber Pulau Miangas atau ruang udara bertekanan tinggi (RUBT). Menurut dia, ruangan tersebut merupakan pengobatan alternatif yang menggunakan metode hiperbanik oksigen.

“Pengobatan yang menggabungkan oksigen murni dan tekanan udara,” kata Zaenudin di Gedung RD Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (14/3).

Ruangan chamber sendiri berbentuk sebuah tabung yang muat diisi empat orang. Tabung tersebut kira-kira memiliki luas 3×4 meter. Zaenudin menjelaskan, pengobatan ini biasanya diperuntukkan bagi penyelam atau pekerja tambang bawah tanah yang organ tubuhnya selalu kurang mendapatkan asupan oksigen.

Menurut dia, pasien yang menjalani metode hiperbanik oksigen akan mendapatkan oksigen bertekanan tinggi sehingga mudah larut ke seluruh jaringan tubuh yang terdapat cairan. “Saat ini pemakaian herbanik oksigen selain untuk penyakit akibat penyelaman juga bermanfaat untuk berbagai penyakit klinis,” bebernya.

Dia menilai, semakin banyak pasien menyerap oksigen, maka semakin cepat pula jaringan tubuh memperbaiki diri.

Seperti diketahui, kebakaran di ruangan tersebut terjadi pada pukul 13.00 WIB. Sementara, kata dia, pukul 11.30 WIB, atmosfer udara di ruangan itu bertekanan 2,4 atmosfer. Kemudian pada pukul 12.50 WIB, petugas mengurangi tekanan udara menjadi 1 atmosfer. “Di situ terlihat percikan api,” terangnya.

( Lus / Deb )

Komentar