02:33:49 WIB
Kamis, 25 Mei 2017
Jum'at, 19 September 2014 , 14:38 WIB

Sembuhkan Penyakit Susah Tidur dengan Terapi Wicara

Tim Jaringnews
11628-Ilustrasi insomnia
Ilustrasi insomnia

Terapi wicara tidak hanya meningkatkan kemampuan tidur serta memperbaiki kesehatan dan mengatasi gejala depresi.

AMERIKA SERIKAT, Jaringnews.com - Tidak sedikit orang menderita kesulitan tidur alias insomnia dan sulit mengatakasinya. Ada banyak penyebab insomnia. Seperti diberitakan Jaringnews.com sebelumnya misalnya, menggunakan implan payudara pun bisa akibatkan insomnia.

Bagi kebanyakan orang yang sulit tidur, hal yang paling sering dilakukan adalah menenggak obat tidur dan melakukan cognitive behavioral therapy (CBT) atau sering disebut terapi wicara, yakni konsultasi, konseling dan evaluasi untuk memberikan terapi (proses penyembuhan). Keduanya memiliki kelebihan dan risiko tersendiri, namun para ahli lebih menyarankan melakukan terapi wicara.

Para peneliti menyatakan, terapi wicara tidak hanya meningkatkan kemampuan untuk tidur atau mengobati insomnia, tetapi juga memperbaiki kesehatan dan mengatasi gejala depresi. Di sisi lain, penelitian terbaru juga mengungkapkan penggunaan pil tidur untuk insomnia dapat mempersingkat kehidupan seseorang.

"Ada banyak manfaat dari CBT dibandingkan obat tidur. Anda memiliki keuntungan jangka panjang begitu Anda selesai melakukan pengobatan dibanding Anda mengkonsumsi obat tidur, yang tidak begitu baik untuk kesehatan," kata Dr David Plante, seorang spesialis seluk beluk tidur dari University of Wisconsin.

Berdasarkan informasi yang diberikan US National Instiutes of Health, seperlima dari orang dewasa di AS mengalami masalah susah tidur selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Insomnia dapat berlangsung lama dan bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan lainnya seperti sleep apnea atau gangguan tidur dengan kesulitan napas, gangguan mental, dan penyalahgunaan obat.

"Insomnia kronis merupakan masalah kesehatan di masyarakat. Penggunaan obat tidur diperlukan jika seseorang mengalami stres atau kesedihan mendalam mungkin selama sebulan. Tapi, setelah itu penggunaannya harus dikurangi secara bertahap," ujar Plante seperti dilansir melalui Medicmagic.

( Tim / Tim )

Berita Terkait

Komentar