11:57:55 WIB
Jum'at, 28 Juli 2017
Selasa, 28 Maret 2017 , 14:35 WIB

Ekspor Daging Brazil Babak Belur Karena Kasus Busuk

Johannes Sutanto de Britto
82734-Pasar daging sapi Amerika (AFP/Jung Yeon-Je)
Pasar daging sapi Amerika (AFP/Jung Yeon-Je)

Brazil adalah eksportir daging sapi dan unggas di dunia yang telah diguncang oleh tuduhan peneliti bahwa perusahaan-perusahaan pengolahan 21 daging menggunakan bahan kimia untuk menyembunyikan bau busuk daging dan menyuap inspektur kesehatan agar lulus dan produk mereka dianggap aman.

RIO DE JANEIRO, Jaringnews.com - Komisaris Kesehatan Uni Eropa mengatakan Brazil harus "memulihkan kepercayaan" ekspor daging setelah terkena skandal atas daging kadaluarsanya.

"Saya berharap bahwa (pemerintah Brasil) akan memahami bahwa itu terserah mereka untuk bertindak sesegera mungkin untuk memulihkan kepercayaan dalam sistem kontrol resmi," kata Komisaris Vytenis Andriukaitis saat berada di Rio de Janeiro.

"Saya berharap kerjasama yang baik dan saling pengertian. Saya mengharapkan solusi yang efektif," katanya seperti dikutip AFP.

Andriukaitis, yang kunjungannya sudah direncanakan sebelum skandal itu pecah pada 17 Maret, akan bertemu dengan Menteri Pertanian Brasil Blairo Maggi.

Brazil adalah eksportir daging sapi dan unggas di dunia yang telah diguncang oleh tuduhan peneliti bahwa perusahaan-perusahaan pengolahan 21 daging menggunakan bahan kimia untuk menyembunyikan bau busuk daging dan menyuap inspektur kesehatan agar lulus dan produk mereka dianggap aman.

Rata-rata ekspor daging harian Brazil anjlok 19 persen dalam seminggu atau $ 11,7 juta karena kasus ini.

Beberapa negara telah melakukan pembatasan dan suspensi impor Brasil, meskipun pasar-pasar utama termasuk China telah membuka kembali pintu mereka. Mereka hanya memblokir daging dari jenis yang diselidiki.

Uni Eropa juga telah melarang impor dari eksportir yang dimaksud.

"Ini semacam krisis yang selalu mempengaruhi kepercayaan masyarakat," kata Andriukaitis.

"Uni Eropa memiliki standar keamanan tertinggi. Kami akan mengikuti agenda kita dan standar kita sendiri. Kami telah mengusulkan ke Brasil untuk memperkenalkan langkah-langkah yang akan membantu untuk mengembalikan kepercayaan."

( Deb / Deb )

Komentar