02:48:21 WIB
Kamis, 25 Mei 2017
Selasa, 28 Maret 2017 , 08:31 WIB

Ekonomi Indonesia 4 Besar Dunia pada 2045

Johannes Sutanto de Britto
82728-Presiden Joko Widodo.(Ist)
Presiden Joko Widodo.(Ist)

“Ini sebuah loncatan yang sangat besar. Tapi siapa yang nanti akan pegang peranan di sini? HIPMI. Ingat kata-kata saya. Terjadi atau tidak terjadi. Insha Allah terjadi,” tegas Jokowi.

JAKARTA, Jaringnews.com - Presiden Jokowi Optimis ekonomi Indonesia pada 2045 akan menempati 4 besar dunia. “Saya percaya hitung-hitungan itu, karena yang menghitung sudah jago-jago ekonomi. Siapa yang meragukan Bu Sri Mulyani, siapa yang meragukan Pak Darmin Nasution, ini kelas internasional semuanya. Jadi yang menghitung bukan saya,” kata Presiden Jokowi di Jakarta.

Berdasarkan prediksi para pakar itu, menurut Presiden, pada 2045 jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 309 juta, pertumbuhan ekonomi 5-6 persen, PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 9,1 dollar AS USD (kurang lebih Rp120 ribu triliun, sekarang baru Rp13 ribu triliun), income per kapita mencapai 29 ribu dollar AS (sekarang 3.500-an dollar AS).

“Ini sebuah loncatan yang sangat besar. Tapi siapa yang nanti akan pegang peranan di sini? HIPMI. Ingat kata-kata saya. Terjadi atau tidak terjadi. Insha Allah terjadi,” tegas Jokowi.

Presiden menjelaskan, ada tiga tahapan besar yang ingin dilakukan pemerintah dan bangsa Indonesia. Yang pertama, sebagai pondasi, kita akan bangun infrastruktur, ini sangat penting sekali. Pada tahapan yang kedua, akan kita bangun industri pengolahan yang berbasis kepada bahan-bahan mentah yang kita punyai. Yang ketiga, baru kita masuk ke industri jasa.

Tahapan 10 tahun pertama pembangunan infrastruktur. Ini betul-betul harus fokus dan harus diselesaikan, karena dengan inilah kita akan bisa memperkuat daya saing (competitiveness) kita. Biaya logistik, biaya transportasi, akan jatuh lebih murah, sehingga nantinya harga-harga juga bisa bersaing dengan produk-produk dari luar,” terang Presiden.

Sementara masuk 10 tahun berikutnya adalah industri pengolahan. Presiden mengingatkan, jangan kita sekali-kali pada tahapan 10 tahun yang kedua, jangan sekali-kali masih ada kita yang berjualan bahan mentah (raw material).

Kemudian di 10 tahun yang ketiga, lanjut Presiden, kita harus bisa masuk besar-besaran kepada industri jasa. Tapi meskipun masih 30 tahun lagi, Presiden mengingatkan, sekarang pun tetap harus dimulai.

( Deb / Deb )

Komentar